Tanjung Redeb

Bandara Maratua Diupayakan Jadi Titik Singgah Rute Berau–Samarinda, Akses Wisata Makin Terbuka

33
×

Bandara Maratua Diupayakan Jadi Titik Singgah Rute Berau–Samarinda, Akses Wisata Makin Terbuka

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Akses menuju Kepulauan Maratua sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau terus didorong agar semakin mudah dan terbuka.

Salah satu upaya yang tengah dijajaki adalah menjadikan Bandara Maratua sebagai titik singgah penerbangan rute Berau–Samarinda.

Kepala Kantor BLU Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau Berau, Patah Atabri, mengatakan pihaknya tengah melakukan komunikasi dan negosiasi dengan maskapai Wings Air agar rute Berau–Samarinda dapat dikembangkan menjadi Berau–Maratua–Samarinda.

Menurut Patah, skema tersebut memungkinkan akses menuju Maratua tidak hanya bergantung pada penumpang dari Berau. Wisatawan maupun masyarakat dari Samarinda juga berpeluang terhubung langsung ke Maratua melalui penerbangan yang sama.

“Jadi akses untuk ke Bandara Maratua bisa dari Berau dan bisa dari Samarinda. Ini masih proses lobi-lobi, memohon kepada maskapai untuk perubahan rute ini,” ucapnya.

Patah menjelaskan, usulan tersebut memanfaatkan penerbangan Berau–Samarinda yang selama ini telah beroperasi setiap hari.

Jika perubahan rute mendapat persetujuan maskapai, Bandara Maratua berpeluang memperoleh konektivitas penerbangan harian tanpa harus membuka rute khusus baru.

Skema tersebut juga dinilai dapat menjadi solusi terhadap persoalan tingkat keterisian penumpang atau okupansi yang sebelumnya menjadi salah satu tantangan penerbangan menuju Maratua.

Dengan menggabungkan potensi penumpang dari Berau dan Samarinda, tingkat keterisian pesawat diharapkan lebih stabil sehingga penerbangan menuju Maratua memiliki prospek operasional yang lebih baik.

“Kalau rute Berau–Samarinda kan setiap hari, berarti kalau ada penumpang bisa ke Maratua setiap hari juga,” ujarnya.

Namun, Patah menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menunggu persetujuan dari pihak maskapai. Selain perubahan rute, aspek tarif penerbangan juga nantinya perlu dikaji.

Harga tiket Berau–Maratua sebelumnya menjadi salah satu perhatian karena dinilai cukup tinggi dan berpengaruh terhadap minat masyarakat menggunakan transportasi udara menuju kawasan wisata tersebut.

Apabila perubahan rute disetujui, maskapai akan melakukan kajian kembali terhadap struktur tarif. Hingga saat ini, belum ada angka pasti mengenai harga tiket untuk rute baru tersebut.

“Yang penting perubahan rute disetujui, baru penyesuaian harga tiketnya. Rate harganya belum tahu, nanti dikaji juga,” jelas Patah.

Ia berharap upaya tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali Bandara Maratua sekaligus memperkuat konektivitas udara menuju salah satu destinasi wisata andalan Berau.

Tidak hanya membuka akses dari Tanjung Redeb, konektivitas melalui Samarinda juga diharapkan mampu memperluas pasar wisatawan yang hendak berkunjung ke Maratua.

“Tujuannya Bandara Maratua segera hidup kembali. Jadi Berau semakin terbuka wisatanya, akses ke Maratua bisa dari Berau dan bisa dari Samarinda,” pungkasnya.

Jika terealisasi, rute Berau–Maratua–Samarinda berpotensi menjadi salah satu pengungkit penting bagi pengembangan pariwisata Berau.

Kemudahan akses udara diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kawasan Maratua (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *