
BERAUPEDIA.COM – Gangguan pasokan listrik di Kabupaten Berau mulai berdampak pada sejumlah layanan publik. Salah satunya distribusi air bersih Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Batiwakkal yang mengalami hambatan akibat terganggunya pasokan energi listrik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta PLN segera menuntaskan perbaikan infrastruktur kelistrikan agar aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.
Gamalis mengatakan, ketergantungan masyarakat terhadap listrik sangat tinggi. Ketika pasokan listrik terhenti, dampaknya tidak hanya dirasakan pada penerangan rumah tangga, tetapi juga merembet ke berbagai sektor pelayanan dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Memang kita ini hidup dalam ketergantungan terhadap daya listrik. Ketika PLN mati, dampaknya ke mana-mana. Konektivitas seluler terganggu, air juga terdampak, belum lagi penerangan dan kebutuhan lainnya,” ujar Gamalis.
Terkait terganggunya distribusi air bersih Perumdam Batiwakkal, ia menyebut persoalan kelistrikan diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional layanan tersebut.
Namun, Gamalis juga berharap kondisi air baku tidak diperburuk oleh kemungkinan masuknya air asin atau air laut ke wilayah hulu sungai. Sebab, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera teratasi,” katanya.
Gamalis menjelaskan, berdasarkan hasil rapat bersama PLN, pihak perusahaan telah menyampaikan komitmen untuk mempercepat penanganan gangguan kelistrikan, termasuk memperbaiki tower transmisi yang roboh.
Dalam proses perbaikan tersebut, lebih dari 90 personel disiapkan untuk bekerja di lapangan. PLN juga menyampaikan target pemulihan pada 1 atau 2 November 2026.
“Ada lebih dari 90 orang yang disiapkan untuk melakukan perbaikan tower yang roboh tersebut. Mereka menargetkan 1 atau 2 November sudah bisa kembali normal,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemkab Berau akan terus mendorong agar proses pemulihan tidak berlarut-larut. Gamalis memahami pekerjaan perbaikan infrastruktur kelistrikan menghadapi sejumlah tantangan alam dan kondisi lapangan, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap listrik tetap harus menjadi perhatian utama.
Selain percepatan perbaikan, ia juga meminta PLN meningkatkan komunikasi publik ketika terjadi gangguan maupun pemadaman dalam waktu lama.
Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab pemadaman, wilayah terdampak, hingga perkiraan waktu pemulihan. Informasi tersebut penting agar warga dapat memahami situasi dan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
“Kami berharap ketika ada kondisi mendesak seperti beberapa hari ini, pihak PLN sesegera mungkin menyampaikan informasi kepada masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui pemadaman ini terjadi karena apa dan berapa lama perkiraan penanganannya,” tuturnya.
Gamalis berharap perbaikan infrastruktur kelistrikan dapat diselesaikan sesuai target yang telah disampaikan PLN.
Dengan demikian, pasokan listrik kembali stabil dan berbagai layanan publik yang bergantung pada energi listrik, termasuk distribusi air bersih Perumdam Batiwakkal, dapat berangsur pulih.
“Kita terus dorong agar PLN bisa menyelesaikan persoalan ini dalam waktu sesingkat-singkatnya. Mudah-mudahan sesuai target yang disampaikan,” pungkasnya (bp).













