Tanjung Redeb

Syarifatul Pimpin Golkar Berau, Wajib Siap Maju Di Pilkada 2030

6
×

Syarifatul Pimpin Golkar Berau, Wajib Siap Maju Di Pilkada 2030

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Terpilihnya Syarifatul Sya’diah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Berau periode 2026–2031 tidak hanya membawa mandat untuk memimpin konsolidasi partai.

Jabatan tersebut juga memiliki konsekuensi politik: ketua DPD Golkar kabupaten/kota di Kalimantan Timur diwajibkan siap maju dalam kontestasi kepala daerah.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin atau Ayub, menegaskan ketentuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Ketua DPD Golkar Kaltim dan hasil pleno pertama kepengurusan DPD Golkar Kaltim.

“Siapa pun yang terpilih menjadi ketua, syarat utamanya adalah harus maju sebagai calon kepala daerah,” kata Ayub.

Ayub bahkan menegaskan aturan tersebut berlaku bagi seluruh ketua DPD Golkar di tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

“Wajib,” tegasnya.

Nama Syarifatul Mulai Dikaitkan dengan Pilkada Berau

Dengan terpilihnya Syarifatul secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Berau, Rabu (26/8/2026), namanya pun mulai masuk dalam radar persiapan politik Golkar menuju Pilkada Berau mendatang.

Syarifatul menjadi satu-satunya kandidat dalam Musda yang digelar di Ballroom Hotel Mercure, Jalan Dr Murjani II, Tanjung Redeb.

Usai menerima mandat sebagai ketua, anggota DPRD Kalimantan Timur itu mengakui adanya peluang dirinya dipersiapkan untuk maju sebagai calon kepala daerah Berau.

Namun, ia belum ingin terlalu jauh membicarakan kontestasi tersebut.

“Ya, insyaallah, tapi namanya politik kan dinamis,” ujar Syarifatul. 

Menurutnya, Ketua Umum Partai Golkar memang mengharapkan kader yang mengikuti proses pemilihan ketua di daerah memiliki kesiapan untuk melanjutkan perjuangan politik pada kontestasi berikutnya.

“Memang ketum mengharapkan yang maju di Partai Golkar siap untuk maju. Memang dari dulu juga seperti itu,” katanya.

Aklamasi karena Tak Ada Kandidat Lain

Syarifatul menjelaskan, dirinya akhirnya dipercaya memimpin Golkar Berau karena tidak ada kader lain yang mencalonkan diri dalam Musda XI.

“Karena enggak ada kader lain yang maju, makanya kami terpilih secara aklamasi,” ujarnya.

Mandat tersebut sekaligus menempatkan Syarifatul dalam posisi strategis. Selain memimpin partai hingga 2031, ia kini memiliki tanggung jawab untuk membangun kekuatan politik Golkar Berau menghadapi agenda politik jangka panjang.

Namun, Syarifatul menegaskan bahwa pembahasan mengenai Pilkada Berau masih terlalu dini.

Pilkada 2030 Masih Terlalu Jauh

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai calon bupati Berau, Syarifatul menyebut dinamika politik masih sangat panjang.

Ia memperkirakan pembahasan mengenai figur yang akan maju baru akan semakin jelas mendekati tahun 2030.

“Karena Pilkada masih 2030 atau 2031. Tapi ya, kita pastinya ada strategi-strategi di internal,” ujarnya.

Begitu pula ketika ditanya mengenai kemungkinan pasangan atau figur yang akan mendampinginya sebagai calon wakil bupati, Syarifatul memilih tidak memberikan banyak komentar.

“Terlalu jauh,” jawabnya singkat.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meski peluang politik mulai terbuka, Syarifatul belum ingin mengunci arah pencalonannya, termasuk terkait siapa figur yang nantinya berpotensi menjadi pasangan politik.

Strategi Internal Mulai Disiapkan

Di sisi lain, Syarifatul mengakui Golkar Berau tetap memiliki strategi internal menghadapi kontestasi politik mendatang.

Namun, untuk saat ini, fokus utamanya bukan menentukan pasangan ataupun mendeklarasikan calon kepala daerah.

Konsolidasi partai menjadi pekerjaan awal yang harus diselesaikan.

Sebagai ketua baru, Syarifatul harus menyatukan kembali kekuatan kader, memperkuat struktur organisasi, membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat serta memastikan mesin politik Golkar berjalan hingga tingkat bawah.

Dengan demikian, mandat lima tahun sebagai Ketua DPD Golkar Berau tidak hanya menjadi periode konsolidasi organisasi, tetapi juga berpotensi menjadi fase awal persiapan menuju Pilkada Berau 2030.

Nama Syarifatul kini berada di persimpangan penting: memimpin Golkar Berau sekaligus memikul kewajiban politik untuk siap maju sebagai calon kepala daerah.

Meski demikian, mantan Ketua DPRD Berau itu memilih satu sikap untuk saat ini: belum terburu-buru bicara soal Pilkada.

Sebab, seperti yang ia katakan, politik masih sangat dinamis (bp).

Editor: Anang Ma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *