Tanjung Redeb

Kesultanan Gunung Tabur Bagikan Masker Gratis Ringankan Dampak Kabut Asap Karhutla

27
×

Kesultanan Gunung Tabur Bagikan Masker Gratis Ringankan Dampak Kabut Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Berau semakin dirasakan masyarakat.

Kondisi udara yang memburuk mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri dari paparan asap.

Di tengah situasi tersebut, Kesultanan Gunung Tabur bersama Majelis Adat Gunung Tabur turun langsung membagikan masker secara gratis kepada masyarakat.

Kegiatan bakti sosial ini digelar di persimpangan lampu merah kawasan perempatan Kilometer (Kilo) 5, Tanjung Redeb, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sultan Gunung Tabur, PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun dan Ketua Majelis Adat Gunung Tabur, H. Adji Mulyadi.

Masker dibagikan kepada pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas di kawasan perempatan Kilo 5 tersebut.

Sultan mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian Kesultanan Gunung Tabur dan Majelis Adat terhadap masyarakat yang kini harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.

“Saat ini kita semua merasakan bersama udara yang makin berasap dan tidak sehat untuk bernapas. Sebagai bagian dari masyarakat Berau, Kesultanan beserta Majelis Adat merasa terpanggil hadir di tengah-tengah warga, bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan membantu hal yang paling dibutuhkan sekarang: perlindungan diri sederhana namun penting,” ujar Sultan.

Selain membagikan masker, Sultan juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pemadaman yang dilakukan petugas pemadam kebakaran, instansi terkait serta para relawan di berbagai lokasi terdampak Karhutla.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, sektor perkebunan dan pertambangan, untuk bersama-sama mencegah munculnya titik api baru serta membantu penanganan kebakaran yang masih terjadi.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang namun waspada menghadapi kondisi kabut asap. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan di ruang terbuka, serta memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan lanjut usia menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan asap.

Sultan juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memperburuk kondisi udara.

Aksi sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengendara yang menerima masker menilai kepedulian langsung dari Kesultanan dan Majelis Adat menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kondisi yang tengah dihadapi warga Berau.

Di tengah ancaman Karhutla dan kabut asap, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dinilai penting.

Pemerintah, aparat, tokoh adat, dunia usaha, relawan dan masyarakat diharapkan dapat bergerak bersama untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus melindungi kesehatan warga.

“Semoga kabut asap segera berlalu dan masyarakat Berau kembali dapat menikmati udara yang bersih dan sehat” pungkas Sultan (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *