
beraupedia.com – Keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membatalkan pelaksanaan Manutung Jukut mendapat dukungan dari DPRD Berau.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat, terutama di tengah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Meski demikian, DPRD Berau berharap pembatalan Manutung Jukut tidak serta-merta diikuti dengan pembatalan Berau Ethno Carnival 2026.
Agenda tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam memperkuat promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Berau.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyampaikan bahwa Berau Ethno Carnival masih memungkinkan untuk dilaksanakan dengan skema yang disesuaikan dengan kondisi dan pertimbangan keamanan.
Menurutnya, salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah mengubah waktu pelaksanaan dari siang atau sore hari menjadi malam hari, sehingga kegiatan tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
“Kita mendukung keputusan Pemkab membatalkan Manutung Jukut karena tentu ada pertimbangan dan risiko yang harus diantisipasi. Tetapi untuk Berau Ethno Carnival, kalau memungkinkan tetap dilaksanakan dengan skema alternatif,” ujar Subroto.
Ia menilai, penyesuaian konsep dan waktu pelaksanaan dapat menjadi solusi agar agenda budaya tersebut tetap berjalan.
Terlebih, Berau Ethno Carnival menjadi salah satu momentum untuk menampilkan keberagaman budaya lokal sekaligus menarik perhatian wisatawan.
“Misalnya dilaksanakan malam hari, tentu dengan pengaturan yang matang dan tetap memperhatikan aspek keamanan. Jadi bukan berarti ketika satu kegiatan dibatalkan, kegiatan lainnya juga harus ikut dibatalkan,” katanya.
Subroto menegaskan, keputusan akhir tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Namun, DPRD Berau mendorong agar terdapat alternatif sehingga kegiatan budaya dan pariwisata tetap dapat berjalan secara aman.
Dengan demikian, pembatalan Manutung Jukut tidak harus berarti seluruh rangkaian kegiatan budaya dalam momentum Hari Jadi Berau ikut terhenti.
Berau Ethno Carnival masih memiliki peluang untuk digelar dengan konsep yang disesuaikan, termasuk kemungkinan pelaksanaan pada malam hari (bp).













