Tanjung Redeb

Dampak El Nino, Manutung Jukut 2026 Resmi Dibatalkan

43
×

Dampak El Nino, Manutung Jukut 2026 Resmi Dibatalkan

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Pemerintah Kabupaten Berau resmi membatalkan pelaksanaan Manutung Jukut 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang melanda wilayah Berau.

Pembatalan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Dinas Perikanan Kabupaten Berau Nomor 500.5.1/464/DISKAN tertanggal 18 Agustus 2026.

Surat itu ditujukan kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan instansi vertikal, sekolah, BUMD, BUMN, perusahaan swasta, serta organisasi masyarakat dan paguyuban yang ada di Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menjelaskan keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan menyusul kondisi cuaca yang panas dan kering dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, pelaksanaan Manutung Jukut yang melibatkan aktivitas pembakaran berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila tidak dilakukan dalam kondisi yang aman.

“Dasar pertimbangannya adalah menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api, membuang puntung rokok sembarangan, melakukan pembakaran terbuka maupun menggunakan peralatan yang dapat memicu kebakaran,” jelas Abdul Majid.

Ia mengatakan, kondisi panas dan kering yang terjadi saat ini membuat potensi kebakaran semakin tinggi.

Karena itu, pemerintah daerah memilih mengedepankan langkah pencegahan daripada mengambil risiko dengan tetap melaksanakan kegiatan yang berpotensi menghasilkan api.

Pembatalan Manutung Jukut juga menjadi tindak lanjut dari surat imbauan Bupati Berau mengenai peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi kering di Kabupaten Berau.

Abdul Majid menegaskan, pembatalan tersebut bukan berarti semangat untuk meningkatkan konsumsi ikan dan menggerakkan perekonomian masyarakat ikut dihentikan.

Pemkab Berau akan mengalihkan kegiatan tersebut ke sejumlah program yang lebih aman, di antaranya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) serta pelaksanaan pasar ikan dan pangan murah di berbagai wilayah Kabupaten Berau.

Program tersebut diarahkan untuk tetap memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan konsumsi ikan, mendukung upaya penurunan angka stunting, sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.

Dengan pengalihan program tersebut, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga semangat Manutung Jukut sebagai bagian dari kegiatan yang mendorong konsumsi pangan lokal dan produk perikanan, namun dengan format yang disesuaikan dengan kondisi kebencanaan saat ini.

Di tengah meningkatnya risiko karhutla, Pemkab Berau juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.

Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi cuaca panas dan kering tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas dan mengancam permukiman, lahan maupun kawasan hutan di Kabupaten Berau (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *