
BERAUPEDIA.COM – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pelestarian hutan tidak hanya berperan menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga telah menjadi sumber ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai produk unggulan berbasis hasil hutan, seperti madu hutan, produk herbal, hingga kerajinan lokal, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
“Berau saat ini memiliki posisi strategis sebagai daerah penghasil karbon yang memperoleh manfaat dari skema perdagangan karbon,” ujarnya.
Sri Juniarsih menjelaskan, manfaat dari perdagangan karbon tersebut telah dirasakan masyarakat melalui penyaluran insentif kepada puluhan kampung dan kelurahan yang berkomitmen menjaga kelestarian hutan.
Ia mengatakan, hutan yang tetap terjaga menjadi habitat alami lebah hutan yang menghasilkan madu berkualitas tinggi. Karena itu, menjaga ekosistem berarti turut menjaga keberlangsungan produksi hasil hutan bernilai ekonomi tanpa harus mengeksploitasi alam.
“Kita bisa memanfaatkan hasil hutannya tanpa harus merusak lingkungan. Inilah pentingnya menjaga hutan, karena di dalamnya banyak kehidupan yang memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Sri Juniarsih, madu hutan Berau kini tidak lagi dipasarkan hanya dalam bentuk produk mentah. Pemerintah bersama para pelaku usaha terus mendorong pengembangan produk dengan kemasan premium agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Berau dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.
Selain madu hutan, Berau juga memiliki beragam komoditas hasil hutan lainnya, seperti sarang semut dan aneka kerajinan lokal yang kini telah dikemas secara lebih modern dan menarik. Menurutnya, inovasi dalam pengemasan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan nilai jual produk UMKM.
“Produk-produk Berau sekarang sudah memiliki kemasan yang premium. Ini menunjukkan bahwa hasil alam kita tidak hanya berkualitas, tetapi juga siap dipasarkan dengan nilai jual yang lebih tinggi,” jelasnya.
Sri Juniarsih berharap masyarakat terus menjaga kelestarian hutan sebagai aset utama Kabupaten Berau. Selain memberikan manfaat ekologis, keberadaan hutan juga menjadi fondasi lahirnya berbagai komoditas unggulan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, mendukung sektor pariwisata, serta memperkuat posisi Berau sebagai daerah yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan.
“Dengan menjaga hutan, kita tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat serta memperkuat masa depan Berau,” pungkasnya (BP).













