
BERAUPEDIA.COM – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Kabupaten Berau tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintah.
Kegiatan yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota ini juga menjadi momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata Berau, budaya lokal, serta produk unggulan UMKM kepada tamu dari berbagai daerah.
Kehadiran Gubernur Kalimantan Timur, kepala daerah, pejabat pemerintah, hingga delegasi dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi Bumi Batiwakkal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.
DPRD Berau Sebut Penunjukan Berau sebagai Tuan Rumah Harganas Sudah Tepat
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menilai penunjukan Kabupaten Berau sebagai tuan rumah Harganas ke-33 merupakan keputusan yang tepat. Menurutnya, Berau memiliki kekayaan destinasi wisata yang paling lengkap di Kalimantan Timur sehingga layak menjadi representasi pariwisata Benua Etam.
“Berau merupakan satu-satunya kabupaten di Kalimantan Timur yang memiliki potensi pariwisata paling banyak. Jadi ketika panitia menetapkan Berau sebagai tuan rumah Harganas, menurut saya itu adalah pilihan yang tepat,” ujarnya.
Ia mengatakan, kepercayaan menjadi tuan rumah bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Berau, tetapi juga membuka peluang besar untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif kepada ribuan tamu yang hadir.
Ribuan Peserta Harganas Berpotensi Dongkrak Kunjungan Wisata Berau
Subroto berharap para peserta Harganas tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan resmi, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi berbagai destinasi wisata unggulan di Berau, menikmati kuliner khas daerah, hingga membeli produk-produk UMKM sebagai buah tangan.
Menurutnya, pengalaman positif para tamu selama berada di Berau akan menjadi promosi yang efektif melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.
“Kalau mereka datang ke Berau, tentu harapan kita bukan hanya mengikuti acara, tetapi juga menikmati keindahan wisata kita. Dengan begitu, mereka bisa menjadi duta promosi yang akan menceritakan pengalaman mereka kepada keluarga maupun kerabat setelah kembali ke daerah masing-masing,” katanya.
Pariwisata Berau Berikan Efek Berganda bagi Perekonomian Daerah
Subroto menjelaskan, sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh hotel dan restoran, tetapi juga pelaku UMKM, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, hingga jasa transportasi lokal.
Karena itu, DPRD Berau bersama Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong kolaborasi antara sektor pariwisata, UMKM, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Hotel Mercure Berau Jadi Etalase Promosi Produk UMKM Lokal
Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah kerja sama dengan sejumlah hotel untuk memasarkan produk-produk unggulan daerah.
Subroto menyebut Hotel Mercure Berau telah menyediakan ruang khusus sebagai etalase bagi produk UMKM lokal sehingga wisatawan maupun tamu yang menginap dapat lebih mudah mengenal sekaligus membeli hasil karya masyarakat Berau.
Ia berharap model kerja sama tersebut dapat diperluas ke lebih banyak hotel, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata sehingga promosi produk lokal semakin optimal.
“Ke depan perlu dibuat lebih baik lagi supaya produk-produk Dekranasda bisa semakin dikenal, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga mampu menembus pasar dunia,” tegasnya.
Dengan terselenggaranya Harganas ke-33 di Kabupaten Berau, pemerintah daerah berharap momentum ini tidak hanya memperkuat program pembangunan keluarga, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan sektor pariwisata Berau, meningkatkan daya saing UMKM lokal, serta memperluas promosi budaya dan ekonomi kreatif hingga ke tingkat nasional maupun internasional (bp).













