Tanjung Redeb

Bupati Berau Tegaskan: Penanganan Sampah Di Berau Perlu Peran Dan Dukungan Penuh Masyarakat

9
×

Bupati Berau Tegaskan: Penanganan Sampah Di Berau Perlu Peran Dan Dukungan Penuh Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, M.Pd (bp)


BERAUPEDIA.COM – Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas menegaskan, upaya pengelolaan dan penanganan sampah di wilayah Bumi Batiwakkal tidak akan pernah berjalan maksimal jika hanya mengandalkan kerja pemerintah daerah semata.

Pihaknya membutuhkan peran serta dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan sampah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar di daerah ini.

Bupati Sri Juniarsih Mas mengingatkan, kebiasaan buruk sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan justru menjadi penghambat utama seluruh program kebersihan yang telah disusun pemerintah daerah.

“Saya sampaikan dengan tegas hari ini, penanganan sampah di Berau perlu peran dan dukungan penuh masyarakat. Tidak mungkin kami dari pemerintah bisa bekerja sendirian mengurus 150 ton sampah setiap hari, sementara sebagian warga masih terbiasa membuang sampah ke pinggir jalan, ke lahan kosong, apalagi ke aliran sungai. Ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan,” tegas Sri Juniarsih Mas. 

Berdasarkan data terbaru DLHK Berau, saat ini volume sampah yang dihasilkan warga Berau mencapai rata-rata 145 hingga 150 ton per hari.

Dari jumlah itu, baru sekitar 82 persen yang berhasil terangkut secara rutin ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Panjang.

Sisanya, sekitar 26–27 ton sampah per hari, masih banyak ditemukan berserakan di ruas jalan perkotaan, menyumbat saluran drainase, mencemari aliran Sungai Kelay dan anak sungai lainnya, hingga menumpuk di wilayah pesisir.

Bupati menjelaskan, wilayah Berau yang sangat luas dengan sebaran kampung hingga ke daerah pedalaman dan pesisir memang menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan jadwal pengangkutan sampah.

Namun menurutnya, kendala sarana prasarana bukan lagi alasan utama, karena sepanjang tahun 2026 Pemkab Berau sudah menambah 12 unit TPS sementara di enam kecamatan, mengadakan lima unit truk pengangkut sampah baru, serta menggulirkan program bank sampah di 21 kampung se-Berau.

“Kami sudah penuhi sarana prasarana. Sekarang yang paling dibutuhkan adalah perubahan sikap dari warga sendiri. Mulailah dari hal paling sederhana di rumah: pilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur. Sampah sisa sayuran dan makanan bisa diolah jadi pupuk kompos, sampah plastik dan kertas yang bernilai jual disetor ke bank sampah, itu malah bisa menambah pendapatan keluarga,” tambah Bupati.

Wanita yang menjabat sebagai orang nomor satu di Berau ini juga mengingatkan dampak buruk dari kebiasaan buang sampah sembarangan yang sudah mulai dirasakan warga secara nyata.

Berdasarkan catatan DLHK Berau, sepanjang paruh pertama tahun 2026 tercatat sedikitnya 38 titik genangan banjir di wilayah perkotaan Tanjung Redeb dan sekitarnya yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran drainase akibat tumpukan sampah plastik.

Selain itu, pencemaran sampah di sejumlah muara sungai juga berdampak pada menurunnya hasil tangkapan nelayan kecil di wilayah pesisir Berau.

“Jangan sampai karena kebiasaan buruk kita sendiri, lingkungan jadi kotor, keluarga mudah sakit, saat musim hujan banjir datang melanda rumah, dan nelayan kita rugi karena hasil tangkapannya berkurang. Mari kita ubah mulai hari ini, jangan tunggu petugas kebersihan yang datang mengambil sampah di depan rumah kita,” pungkas Sri Juniarsih (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *