
“Untuk sampai ke sana, kami butuh uluran tangan dari dunia usaha, instansi terkait, komunitas, hingga tokoh masyarakat. Dukungan bisa berupa tenaga, materi, maupun pendampingan keterampilan”
– Yuliani
BERAUPEDIA.COM – Penyelenggaraan CFD Banuarasa di Jalan Murjani I yang kini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan hiburan warga Kabupaten Berau, sepenuhnya digerakkan tanpa menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Meski demikian, pengelola dan para pelaku usaha bertekad terus memajukan kawasan ini, dan membutuhkan dukungan serta sinergi dari seluruh elemen masyarakat agar kualitasnya semakin meningkat dan mampu mengangkat kelas usaha para pelaku UMKM lokal.
Ketua Koperasi Berau Melangkah Bersama selaku penyelenggara, Yuliani menyampaikan bahwa sejak awal digulirkan, CFD Banuarasa berdiri atas dasar semangat gotong royong, kemandirian, dan kepedulian bersama.
Segala kebutuhan fasilitas, penataan, hingga operasional harian dibiayai dan diusahakan melalui swadaya masyarakat, dukungan sponsor, serta partisipasi para pedagang, tanpa membebani keuangan daerah.
“Kami bangga bisa menghadirkan ruang publik yang hidup, rapi, dan bermanfaat ini murni dari kekuatan bersama, tanpa satu rupiah pun mengambil dana APBD. Ini bukti bahwa masyarakat Berau punya inisiatif dan kemauan kuat untuk maju. Namun, untuk membawa tempat ini ke tingkat yang lebih tinggi, lebih tertata, lebih nyaman, dan lebih berdaya saing, tenaga dan dana swadaya saja tidak cukup. Kami butuh dukungan semua pihak,” ungkap Yuliani.
Tujuan utama dikembangkannya kawasan ini bukan sekadar agar warga memiliki tempat rekreasi sehat, melainkan menjadi wadah strategis untuk mengangkat derajat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Di sini, puluhan pelaku usaha mulai dari kuliner, kerajinan tangan, produk olahan lokal, hingga jasa, mendapatkan pasar yang luas dan langsung bertemu konsumen setiap minggunya.
Namun, untuk bisa “naik kelas” — mulai dari penampilan tempat, kualitas produk, kemasan, hingga standar pelayanan — masih banyak hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan.
Penyeragaman tempat usaha, peningkatan fasilitas kebersihan, pengembangan variasi produk khas Berau, hingga promosi yang lebih luas menjadi sejumlah kebutuhan mendesak yang memerlukan peran serta banyak pihak.
“Kami ingin pedagang di sini tidak sekadar berjualan, tapi produk mereka dikenal, dicari, dan punya nilai jual tinggi. Kami ingin CFD Banuarasa ini menjadi etalase kebanggaan produk asli Berau” ucapnya.
Pihak pengelola menyambut baik segala bentuk kolaborasi, baik itu berupa bantuan penataan lingkungan, pelatihan pengemasan dan keamanan pangan, bantuan sarana penunjang, maupun promosi bersama.
Sinergi ini dinilai sangat penting agar CFD Banuarasa Murjani I tidak hanya bertahan, tapi berkembang menjadi destinasi unggulan yang mendongkrak perekonomian rakyat secara nyata dan berkelanjutan.
“Untuk sampai ke sana, kami butuh uluran tangan dari dunia usaha, instansi terkait, komunitas, hingga tokoh masyarakat. Dukungan bisa berupa tenaga, materi, maupun pendampingan keterampilan,” tambahnya.
Para pelaku UMKM yang beraktivitas di lokasi sangat mengapresiasi konsep kemandirian yang dibangun ini. Mereka pun berharap kehadiran dukungan dari berbagai pihak dapat semakin memotivasi mereka untuk meningkatkan kualitas usaha, sehingga mampu bersaing dan membawa nama baik produk lokal Berau kian bersinar (bp).













