Tanjung Redeb

Sumadi Prihatin Peredaran Narkoba Masih Marak, Minta Aparat Berantas Hingga Ke Akar

7
×

Sumadi Prihatin Peredaran Narkoba Masih Marak, Minta Aparat Berantas Hingga Ke Akar

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi, SE (bp)


BERAUPEDIA.COM – Peredaran narkotika di Kabupaten Berau masih menjadi ancaman serius yang memerlukan perhatian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut tercermin dari hasil pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026 yang digelar selama 20 hari.

Dalam operasi tersebut, Polres Berau berhasil mengungkap 33 kasus narkotika, mengamankan 38 tersangka, serta menyita barang bukti berupa 320,66 gram sabu.

Capaian itu menempatkan Polres Berau di peringkat ketiga dalam jumlah pengungkapan kasus narkotika di jajaran Polda Kalimantan Timur, berada di bawah Polresta Samarinda dan Polresta Balikpapan.

Sementara dari sisi barang bukti, Polres Berau berada di peringkat kedua dengan total sitaan sabu mencapai 320,66 gram.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, H. Sumadi, menyampaikan keprihatinannya atas masih maraknya peredaran narkotika di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, tingginya angka pengungkapan kasus menjadi sinyal bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat.

“Saya sangat prihatin melihat masih banyaknya kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang berhasil diungkap aparat. Ini menunjukkan bahwa peredaran narkotika di Berau masih sangat mengkhawatirkan dan harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Sumadi mengapresiasi kinerja Polres Berau yang berhasil mengungkap puluhan kasus selama Operasi Antik Mahakam 2026. Namun, ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan tidak boleh berhenti hanya pada penangkapan pelaku di lapangan.

“Kami mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian. Namun, pemberantasan harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar hingga ke akar jaringannya, termasuk para bandar dan pemasok. Jangan sampai ruang gerak mereka dibiarkan berkembang,” tegasnya.

Politisi PKS tersebut juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, perang melawan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat.

“Peran keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, sekolah, hingga lingkungan sekitar sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Jika mengetahui adanya indikasi peredaran narkotika, segera laporkan kepada aparat agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Ia berharap sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga peredaran narkotika di Kabupaten Berau dapat ditekan dan generasi muda terlindungi dari bahaya penyalahgunaan narkoba (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *