Tanjung Redeb

Regenerasi Petani Jadi Prioritas, Pemkab Berau Gandeng Pama Cetak Petani Muda

23
×

Regenerasi Petani Jadi Prioritas, Pemkab Berau Gandeng Pama Cetak Petani Muda

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Dinas Pangan Berau, Tenteram Rahayu (bp)


BERAUPEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memprioritaskan program regenerasi petani menyusul meningkatnya jumlah petani berusia lanjut dan masih rendahnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di masa depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Tentram Rahayu, mengatakan regenerasi petani menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

Berdasarkan data Dinas Pangan Berau hingga akhir 2025, jumlah petani yang terdaftar mencapai 17.842 orang, dengan 7.216 petani atau sekitar 40,4 persen berada pada rentang usia 46 hingga 60 tahun.

Sebaliknya, jumlah petani berusia di bawah 30 tahun hanya mencapai 2.195 orang atau sekitar 12,3 persen dari total petani yang ada.

“Regenerasi petani menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Menurut Tentram, dominasi petani berusia di atas 45 tahun menjadi sinyal perlunya langkah konkret untuk menyiapkan generasi penerus.

Tanpa regenerasi yang berjalan baik, sektor pertanian dikhawatirkan akan mengalami kekurangan tenaga produktif yang berdampak pada produksi pangan di masa mendatang.

Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau menggandeng PT Pamapersada Nusantara melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kolaborasi ini diarahkan untuk mencetak petani muda yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam budidaya pertanian, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pertanian secara modern dan berkelanjutan.

Program tersebut mencakup pelatihan budidaya, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan usaha, hingga pembinaan kewirausahaan agar generasi muda melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Tentram menegaskan, paradigma terhadap dunia pertanian harus mulai diubah. Menurutnya, pertanian saat ini bukan lagi identik dengan pekerjaan konvensional, melainkan sektor ekonomi yang memiliki prospek besar apabila didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi.

“Kami ingin anak muda melihat pertanian sebagai peluang bisnis yang menjanjikan, bukan sekadar pekerjaan tradisional,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Berau bersama PT Pamapersada Nusantara telah menggelar rapat penyusunan program pada 24 Juni 2026.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir lebih banyak petani muda yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan ketahanan pangan di Kabupaten Berau.

Pemkab Berau optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan diminati generasi muda (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *