Tanjung Redeb

Pasokan 5.000 KL BBM Masuk Berau, Antrean SPBU Ditargetkan Berakhir Selasa Siang

26
×

Pasokan 5.000 KL BBM Masuk Berau, Antrean SPBU Ditargetkan Berakhir Selasa Siang

Sebarkan artikel ini



beraupedia.com Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Berau mulai menemukan titik terang.

Pemerintah Kabupaten Berau memastikan pasokan BBM sebanyak 5.000 kiloliter (KL) segera masuk dan ditargetkan mulai tersedia di seluruh SPBU pada Selasa (1/9/2026) siang.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, setelah meninjau langsung kondisi pasokan di Jobber Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, Senin (31/8/2026) sore.

Masuknya pasokan dalam jumlah besar ini diharapkan mampu mengakhiri antrean kendaraan yang dalam beberapa hari terakhir mengular di sejumlah SPBU. Kelangkaan sementara tersebut terjadi setelah distribusi BBM dari Pelabuhan Balikpapan mengalami keterlambatan.

Kapal pengangkut BBM yang membawa pasokan menuju Berau sempat mengalami kendala teknis hingga kandas di perairan Sungai Berau.

Kondisi tersebut diperparah oleh padatnya lalu lintas ponton pengangkut batu bara serta faktor pasang surut air sungai yang turut memengaruhi proses pelayaran menuju lokasi bongkar muat.

“Kandasnya itu karena kan ada jalur-jalurnya di Sungai Berau. Nah, banyak (jalur) ini terpakai oleh ponton batu bara. Insyaallah malam ini datang,” ujar Gamalis, Senin (31/8/2026).

Kapal pengangkut BBM dijadwalkan bersandar pada Selasa pagi, menyesuaikan kondisi ketinggian air sungai. Adapun total pasokan yang dibawa mencapai 5.000 KL, terdiri dari 3.000 KL Biosolar, 1.500 KL Pertalite, dan 500 KL Pertamax.

Setelah kapal bersandar, BBM tidak langsung didistribusikan ke SPBU. Proses bongkar muat menuju Jobber diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam.

Selanjutnya, distribusi dari Jobber menuju SPBU diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua jam.

Dengan tahapan tersebut, Pemkab Berau optimistis BBM sudah dapat disalurkan ke seluruh SPBU pada Selasa siang.

“Besok itu insyaallah sudah ada barangnya. BBM akan ada di semua SPBU. Mudah-mudahan, paling tidak siang besok sudah, insyaallah,” kata Gamalis.

Persoalan antrean panjang juga menjadi perhatian serius Pemkab Berau bersama PT Pertamina Patra Niaga. Di tengah kondisi pasokan yang terbatas, pemerintah menemukan indikasi adanya pengisian BBM secara berulang dalam rentang waktu yang berdekatan oleh oknum tertentu.

Aktivitas tersebut dinilai berpotensi memperpanjang antrean sekaligus menyulitkan masyarakat lain untuk mendapatkan BBM.

Karena itu, Pemkab Berau bersama Pertamina sepakat memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM di lapangan.

Kendaraan yang terindikasi melakukan pengisian berulang kali dalam waktu singkat akan menjadi perhatian dan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan juga tidak hanya menyasar konsumen, tetapi turut dilakukan terhadap pengelola SPBU. Pertamina menegaskan, apabila ditemukan penyaluran yang tidak sesuai ketentuan, pihak SPBU akan diberikan pembinaan.

“Kalau misalnya SPBU ada terindikasi melakukan penyaluran tidak sesuai dengan yang ditentukan, maka kami akan memberikan pembinaan kepada SPBU terkait,” ujar perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, Angga.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM, Gamalis meminta warga tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Menurutnya, pasokan dalam jumlah besar segera masuk ke Berau sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Pemerintah juga berharap distribusi BBM kembali normal setelah pasokan tiba dan proses penyaluran ke seluruh SPBU selesai dilakukan.

Dengan masuknya 5.000 KL BBM tersebut, Pemkab Berau berharap antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dapat segera terurai dan pelayanan pengisian BBM kembali berjalan normal (bp).

| Editor : Anang Ma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *