Tanjung Redeb

Manutung Jukut Diganti Pembagian Ikan, Pelaksanaan Masih Tunggu Kepastian Anggaran

52
×

Manutung Jukut Diganti Pembagian Ikan, Pelaksanaan Masih Tunggu Kepastian Anggaran

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Program Manutung Jukut yang selama ini menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau, kini digantikan dengan program pembagian ikan segar ke sejumlah kecamatan.

Namun, hingga kini waktu pelaksanaan program tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu kepastian anggaran.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan pelaksanaan pembagian ikan masih harus menunggu proses penyesuaian dan pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

“Pelaksanaan pembagian ikan segar ini masih harus menunggu proses penyesuaian dan pergeseran APBD-P,” ungkap Abdul Majid.

Program tersebut diarahkan untuk masyarakat di wilayah pedalaman dan kawasan yang terindikasi rawan pangan.

Salah satu sasaran utama adalah daerah yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap ikan laut segar serta tingkat konsumsi ikan laut yang masih rendah.

Abdul Majid menyebut Kecamatan Kelay dan Segah menjadi salah satu wilayah yang dipertimbangkan sebagai sasaran penyaluran.

“Kalau untuk mencakup seluruh Kabupaten Berau sekaligus tentu tidak memungkinkan. Fokus utama kita adalah menyalurkannya ke daerah yang rawan pangan serta daerah yang konsumsi ikan lautnya masih rendah, seperti di Kelay atau Segah,” tambahnya.

Menurutnya, distribusi ikan segar ke wilayah pedalaman membutuhkan perencanaan logistik yang matang.

Selain pengadaan komoditas, pemerintah harus mempersiapkan sarana transportasi dan biaya operasional, termasuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

“Kita mau mengantar ikan tentu memerlukan biaya transportasi dan BBM. Tidak mungkin mengantar bantuan logistik tanpa kesiapan armada yang memadai. Semuanya bergantung pada anggaran operasional tersebut,” jelasnya.

Pengalihan anggaran yang sebelumnya tertunda kini diarahkan untuk mendukung pembelian ikan sekaligus biaya operasional pengiriman ke wilayah sasaran.

Sementara terkait kuota atau volume ikan yang akan dibagikan pada masing-masing kecamatan, Abdul Majid mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlahnya.

Menurutnya, volume ikan, jumlah armada, dan cakupan distribusi masih dalam tahap perhitungan dan akan disesuaikan dengan hasil proses pergeseran anggaran pada APBD Perubahan.

Dengan program tersebut, pemerintah daerah menargetkan distribusi ikan segar dapat lebih tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan daerah yang membutuhkan akses lebih besar terhadap komoditas perikanan laut (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *