Tanjung Redeb

Kualitas Udara Berau Masih Masuk Kategori Tidak Sehat, DLHK Imbau Warga Waspadai Dampak Polusi

36
×

Kualitas Udara Berau Masih Masuk Kategori Tidak Sehat, DLHK Imbau Warga Waspadai Dampak Polusi

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Kualitas udara di Kabupaten Berau menjadi perhatian setelah hasil pengukuran pada 13–14 Oktober 2026 menunjukkan kondisi udara dalam kategori tidak sehat.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk, serta menghindari kegiatan yang dapat memperparah pencemaran.

Berdasarkan data DLHK Kabupaten Berau, pengukuran kualitas udara dilakukan selama 24 jam di halaman Kantor Bupati Berau, Tanjung Redeb, oleh UPTD Laboratorium Lingkungan (Labling) Kabupaten Berau.

Hasil pengukuran mencatat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk parameter PM2,5 sebesar 93, PM10 sebesar 107, dan karbon monoksida (CO) sebesar 3,7. Hasil tersebut menjadi perhatian karena paparan polutan udara berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Kepala DLHK Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara dan mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan polusi.

“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Berau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara saat ini. Berdasarkan hasil pengukuran, terdapat parameter pencemar udara yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan,” ujar Zulkifli.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas yang berpotensi menambah sumber pencemaran, termasuk pembakaran sampah secara terbuka maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Aktivitas tersebut dapat menambah beban pencemaran udara dan memperburuk kondisi lingkungan,” tegasnya.

Menurut Zulkifli, upaya menjaga kualitas udara tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat diperlukan untuk menekan sumber pencemaran sekaligus melindungi kesehatan warga.

“Menjaga kualitas udara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat. Kami berharap warga dapat berperan aktif mengurangi sumber pencemaran, menerapkan langkah perlindungan diri, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara di Kabupaten Berau,” katanya.

Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan.

Warga juga perlu memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lanjut usia, dan orang yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh, mencukupi kebutuhan cairan, serta memperhatikan gejala yang mungkin muncul selama kondisi udara memburuk.

Apabila mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan yang semakin berat, warga sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

DLHK Berau juga mengharapkan masyarakat mengikuti perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah dan instansi terkait. Informasi terkini diperlukan agar warga dapat menyesuaikan aktivitas dan menerapkan langkah perlindungan sesuai kondisi lingkungan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas udara membutuhkan upaya bersama. Pemerintah perlu memastikan pemantauan dan penyampaian informasi berjalan baik, sementara masyarakat dapat berkontribusi dengan menghindari pembakaran terbuka dan mengurangi kegiatan yang berpotensi menambah pencemaran.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kepedulian bersama, risiko paparan polusi diharapkan dapat ditekan sehingga kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan di Kabupaten Berau tetap terjaga (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *