
BERAUPEDIA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Hj Syarifatul Syadiah, menghadiri secara langsung malam penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 tingkat Kabupaten Berau yang berlangsung megah di Arena Utama MTQ, halaman Masjid Baiturrahman, Kecamatan Talisayan, Minggu (12/7/2026) kemarin.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana mulia untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Quran di hati generasi muda.
Kehadiran anggota dewan asal daerah pemilihan Kutim, Bontang dan Berau itu disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad Said yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Berau, jajaran Forkopimda, kepala OPD terkait, para camat, dewan hakim, serta ratusan peserta dan ofisial dari 13 kafilah kecamatan se-Bumi Batiwakkal.
Syarifatul mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat Talisayan sebagai tuan rumah yang berhasil menyelenggarakan MTQ tahun ini dengan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan selama empat hari pelaksanaan, sejak Kamis (9/7) hingga Minggu (12/7) lalu.
“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, LPTQ Berau, Pemerintah Kabupaten Berau, dan seluruh warga Talisayan yang telah sukses menyelenggarakan MTQ ke-56 ini. Lebih dari sekadar memperebutkan piala dan juara, esensi terbesar MTQ adalah bagaimana kita menjadikannya sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar sesama anak bangsa, serta menumbuhkan kecintaan yang tulus terhadap Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Syarifatul Syadiah.
Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menambahkan, di tengah arus informasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, kehadiran Al-Quran harus menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing.
Menurutnya, 738 peserta yang berlaga dalam MTQ tahun ini adalah bukti nyata bahwa semangat mempelajari dan mengamalkan ayat suci Al-Quran masih sangat kuat berakar di tengah masyarakat Berau, mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa.
“MTQ ini adalah cermin semangat kita semua. Dari 13 kecamatan yang mengirimkan kafilah terbaik, kita melihat betapa banyak generasi Qurani yang lahir dari bumi Berau. Saya berharap, setelah perlombaan ini usai, semangat membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran tidak lantas padam. Teruslah berkarya, teruslah belajar, karena kelak dari tangan merekalah masa depan daerah dan bangsa ini akan ditentukan,” imbuhnya.
Syarifatul Syadiah juga berpesan kepada para pemenang lomba untuk tidak cepat puas dan terus mengasah kemampuan, mengingat mereka akan menjadi duta Kabupaten Berau pada ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar mendatang.
Bagi yang belum berhasil meraih juara, ia mengajak untuk tidak berkecil hati, karena keikhlasan niat dan proses belajar yang dijalani selama persiapan MTQ jauh lebih bernilai di sisi Allah SWT dibandingkan sekadar kemenangan semata.
“Kepada para juara, selamat atas raihan prestasinya. Ini bukan titik akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih panjang untuk mengharumkan nama Berau di tingkat provinsi bahkan nasional. Kepada yang belum juara, jadikan ini motivasi untuk berlatih lebih giat lagi. Yang terpenting bukan siapa yang menang, tapi bagaimana semua ini bisa menyatukan hati kita dalam bingkai ukhuwah dan kecintaan kepada kitabullah,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan keputusan dewan hakim yang diumumkan pada malam penutupan, Kecamatan Sambaliung berhasil keluar sebagai Juara Umum MTQ ke-56 Kabupaten Berau. Posisi kedua diraih Kecamatan Tanjung Redeb, disusul Kecamatan Teluk Bayur di peringkat ketiga.
Kehadiran Syarifatul Syadiah diharapkan menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh pemangku kepentingan di Berau untuk terus memajukan dunia pendidikan Al-Quran, sehingga syiar Islam semakin bersinar dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia secara akhlak (bp).

