Tanjung Redeb

Disbudpar Berau Perkuat Pelestarian Seni Tradisional, Sanggar Dan Komunitas Terus Dirangkul

21
×

Disbudpar Berau Perkuat Pelestarian Seni Tradisional, Sanggar Dan Komunitas Terus Dirangkul

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus memperkuat upaya pelestarian kesenian daerah dengan melibatkan pelaku seni, sanggar hingga komunitas yang ada di Bumi Batiwakkal.

Pembinaan dilakukan untuk memastikan seni tradisional tetap berkembang sekaligus memiliki ruang untuk tampil dalam berbagai kegiatan daerah.

Salah satunya melalui penampilan tari kolosal dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau 2026.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan momentum hari jadi daerah menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan potensi kesenian Berau sekaligus memberikan ruang kepada para pelaku seni menampilkan karya mereka.

“Pembinaan dan pelestarian seni tradisional juga menjadi salah satu fokus utama kami,” ujar Yudha.

Menurutnya, Disbudpar tidak berjalan sendiri dalam menjaga keberadaan kesenian tradisional.

Sejumlah sanggar dan komunitas lokal terus dirangkul dalam proses pembinaan, termasuk Sanggar Bulu Pattung serta kelompok seni lainnya.

Pembinaan juga dilakukan secara berkelanjutan dengan mendorong pelaku seni aktif mengikuti berbagai kegiatan, termasuk kesempatan tampil dan berpartisipasi dalam perlombaan tari.

“Tarian dan seni tradisional merupakan bagian dari tugas kami untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya. Setiap ada event tertentu, terlebih momentum hari jadi daerah, kesenian daerah tentu kita tampilkan,” terangnya.

Yudha menegaskan, pembinaan Disbudpar tidak hanya menyasar kesenian lokal Berau. Masyarakat yang mengembangkan budaya dari berbagai daerah di Indonesia juga diberikan ruang untuk berkreasi dan melestarikan kebudayaan masing-masing.

Menurutnya, keberagaman budaya tersebut merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Berau yang memiliki latar belakang suku dan budaya yang beragam.

Kesenian seperti kuda lumping, tarian Jawa hingga tarian Sulawesi turut berkembang di tengah masyarakat.

Disbudpar membuka ruang pembinaan bagi kelompok maupun masyarakat yang memiliki inisiatif menjaga keberlangsungan budaya tersebut.

“Prinsipnya, seluruh masyarakat yang memiliki inisiatif melestarikan budaya merupakan bagian dari jangkauan pembinaan Disbudpar. Ini adalah bagian dari budaya Nusantara yang wajib kita lestarikan,” katanya.

Ke depan, Disbudpar Berau berencana memperluas keterlibatan masyarakat dan paguyuban etnis melalui festival lintas etnis.

Ajang tahunan Berau Ethno Carnival juga akan terus dioptimalkan sebagai ruang bagi pelaku seni dan budaya memperkenalkan kesenian masing-masing.

Yudha menegaskan, keterbukaan terhadap berbagai budaya Nusantara tetap berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas budaya lokal Berau.

“Budaya lokal Berau tetap menjadi ciri khas utama yang diprioritaskan. Namun, kami tidak menutup diri dari budaya luar Nusantara. Semua dirangkul sebagai bagian dari keberagaman Indonesia,” pungkasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *