Nasional

DI Yogyakarta Dan Kalimantan Timur Siapkan Kerja Sama Budaya Dan Pariwisata Mulai 2027

23
×

DI Yogyakarta Dan Kalimantan Timur Siapkan Kerja Sama Budaya Dan Pariwisata Mulai 2027

Sebarkan artikel ini
Wagub Kaltim, Seno Aji dan Sri Sultan Hamengkubuwono X (bp)


BERAUPEDIA.COM – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersiap merealisasikan kerja sama di bidang pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata.

Program kolaborasi tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027 setelah proses perencanaan dan penganggaran selesai.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (13/7/2026).

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati kedua pemerintah daerah.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, tahapan berikutnya adalah merealisasikan berbagai program yang telah dirancang bersama agar dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah.

“Harapan saya, mulai tahun depan program tersebut sudah bisa berjalan. Kalau bulan Agustus nanti kan agenda yang ada hanya untuk pelantikan pengurus masyarakat Jawa. Tapi kalau untuk program kerja, tahun depan sudah bisa kita anggarkan,” ujarnya.

Sultan menjelaskan, Pemerintah Daerah DIY telah memiliki pengalaman menjalin kerja sama budaya melalui program muhibah kebudayaan dengan sejumlah daerah, seperti Kabupaten Sragen, Kota Bandung, dan Provinsi Jawa Timur. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat kolaborasi dengan Kalimantan Timur.

“Ya seperti itulah. Ada program muhibah seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan kunjungannya ke DIY memiliki dua agenda utama, yakni memperkuat pelestarian budaya dan mempelajari pengelolaan sektor pariwisata.

Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) yang diharapkan dapat menjadi mitra dalam pengembangan program pelestarian budaya bersama DIY.

Seno menilai kerja sama tersebut penting mengingat sekitar 40 persen penduduk Kalimantan Timur merupakan masyarakat keturunan Jawa. Karena itu, pelestarian budaya Jawa diharapkan dapat berjalan selaras dengan pengembangan budaya lokal Kalimantan Timur.

“Sehingga kami berharap agar budaya Jawa di sana juga ikut terangkat, bersama-sama dengan budaya lokal Kalimantan Timur,” ujarnya.

Selain bidang kebudayaan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga ingin belajar dari keberhasilan DIY dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Menurut Seno, berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru, salah satunya melalui sektor pariwisata.

“Kami melihat contoh dari DIY yang kegiatannya sudah sangat berjalan dan kami ingin belajar dari sana,” paparnya.

Sebelumnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menegaskan pentingnya memperkuat jejaring budaya antardaerah saat menghadiri Malam Puncak Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 di Kabupaten Sragen, Kamis (9/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sultan menyebut Kabupaten Sragen sebagai “saudara tua” DIY karena memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Menurutnya, hubungan historis itu berawal dari perjalanan perjuangan Pangeran Mangkubumi yang sempat singgah di Pendopo Petilasan Pandak, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Perjalanan tersebut kemudian bermuara pada Perjanjian Giyanti tahun 1755 yang melahirkan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Jejak itu menjadikan Sragen layak disebut sebagai saudara tua DIY. Sukowati bukan sekadar persinggahan, melainkan pilar penting lahirnya Yogyakarta,” tandas Sultan (bp). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *