Nasional

Dekranasda Berau Promosikan Batik Dan Kriya Lokal Di INACRAFT 2026

23
×

Dekranasda Berau Promosikan Batik Dan Kriya Lokal Di INACRAFT 2026

Sebarkan artikel ini


BERAUPEDIA.COM – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau kembali membawa produk unggulan daerah ke ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT 2026, yang berlangsung di Jogja Expo Center, Yogyakarta, pada 15–19 Juli 2026.

Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Berau di tingkat nasional hingga internasional.

Mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia”, INACRAFT 2026 diikuti ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah yang menampilkan produk berbasis kearifan lokal dan inovasi.

Pada pameran tersebut, Dekranasda Berau menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari batik khas Berau, tas anyaman rotan seperti tas anjat karya pengrajin Kecamatan Segah, tas braid, tas lukis, tas manik kristal Ashbrow, kain tenun produksi Rumah Tenun Mama Be, hingga aneka produk fesyen dan kriya berbahan batik.

Keikutsertaan Dekranasda Berau mendapat dukungan penuh dari Ketua Dekranasda Kabupaten Berau, Brigjen Pol (Purn) H. Edy Suswanto, S.I.K., S.H., yang hadir langsung bersama Bupati Berau Sri Juniarsih Mas selaku Pembina Dekranasda untuk meninjau stan Berau.

Edy Suswanto mengatakan, partisipasi dalam INACRAFT bukan sekadar mengikuti pameran, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM dan pengrajin.

“Dekranasda Kabupaten Berau kembali mengikuti INACRAFT yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Ini merupakan peluang untuk mengangkat UMKM sekaligus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan pengrajin dari daerah lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, produk yang dipamerkan merupakan hasil karya berbagai pelaku UMKM dan pengrajin lokal, di antaranya Batik Putri Maluang, Mosho Batik, Ulin Gayamada, Rumah Batik Berau, serta topi batik produksi Dekorin.

Menurutnya, ajang berskala internasional tersebut diharapkan mampu memotivasi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi sehingga produk lokal Berau dapat bersaing di pasar global.

“Harapan kami, kegiatan ini menambah semangat para UMKM dan pengrajin agar lebih berdaya saing dan mampu menembus pasar dunia,” katanya.

Edy juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Berau dan seluruh pengurus Dekranasda yang terus bersinergi dalam mempromosikan hasil karya pengrajin lokal.

“Sinergi antara pemerintah, Dekranasda, dan pelaku UMKM menjadi modal penting untuk menjaga kualitas produk sekaligus memperluas promosi kerajinan khas Berau,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai INACRAFT merupakan peluang strategis untuk memperkenalkan identitas kriya Kabupaten Berau kepada pasar yang lebih luas.

Menurutnya, batik dan kerajinan tangan khas Berau memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai produk ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

“Partisipasi ini adalah peluang besar untuk memperkenalkan batik dan kerajinan tangan Berau, sekaligus mendorong peningkatan kualitas serta inovasi produk agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam INACRAFT 2026, Dekranasda Kabupaten Berau menargetkan perluasan jaringan pemasaran serta peningkatan nilai jual produk lokal.

Dengan demikian, batik dan kriya khas Berau diharapkan tidak hanya menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga mampu menembus dan bersaing di pasar internasional (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *