Tanjung Redeb

Dekranasda Berau Hadirkan Peragaan Kerajinan, Perajin Lokal Didorong Tembus Pasar Komersial

18
×

Dekranasda Berau Hadirkan Peragaan Kerajinan, Perajin Lokal Didorong Tembus Pasar Komersial

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Berau Expo 2026 menjadi ajang promosi yang berbeda bagi produk kerajinan lokal. Tak sekadar memajang hasil karya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau juga menghadirkan peragaan langsung proses pembuatan kerajinan untuk memperkenalkan keterampilan perajin kepada masyarakat.

Pada pembukaan Berau Expo 2026, Jumat (16/10/2026), pengunjung dapat menyaksikan langsung para perajin memperagakan proses menganyam.

Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri karena masyarakat bisa melihat keterampilan, ketelitian, dan proses kreatif di balik produk kerajinan yang dihasilkan.

Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan konsep tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan promosi kerajinan agar tidak hanya berfokus pada produk jadi, tetapi juga memperkenalkan kemampuan para perajin.

Menurutnya, pengembangan produk dilakukan dengan memadukan potensi lokal dan inspirasi dari daerah lain, terutama dalam mengikuti tren serta meningkatkan kualitas kerajinan.

“Sebetulnya kita punya ide dasar, tetapi kita kembangkan juga dengan mengadopsi dari daerah lain. Kita ambil tren yang bagus dan kualitasnya,” ujarnya.

Edy menjelaskan, berbagai referensi yang diperoleh melalui kegiatan pameran bersama daerah lain turut menjadi bahan pengembangan produk.

Langkah ini diharapkan membuat kerajinan Berau semakin kompetitif dan mampu mengikuti kebutuhan pasar tanpa meninggalkan ciri khas daerah.

Tak hanya mengandalkan promosi melalui pameran, Dekranasda Berau juga memberikan pendampingan kepada para perajin melalui kerja sama dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) lewat program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, memperbaiki kualitas produksi, serta memperluas peluang pemasaran agar produk kerajinan lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Upaya tersebut mulai membuka peluang komersial. Edy mengungkapkan, sejumlah perusahaan telah memesan produk kerajinan untuk dijadikan suvenir.

Pesanan ini menjadi peluang bagi perajin untuk memperluas pasar sekaligus menambah penghasilan.

“Alhamdulillah, sudah ada perusahaan-perusahaan yang memesan untuk suvenir,” katanya.

Selama Berau Expo 2026 berlangsung, Dekranasda juga menjadwalkan pergantian jenis kerajinan yang diperagakan setiap hari.

Dengan begitu, pengunjung berkesempatan mengenal lebih banyak jenis keterampilan dan produk yang dikembangkan para perajin lokal.

Edy turut memberikan apresiasi kepada para perajin, khususnya kaum perempuan, yang tetap produktif menghasilkan karya di tengah berbagai tantangan.

Baginya, keterampilan tersebut tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya, tetapi juga menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga.

“Saya respek dengan ibu-ibu kita ini, yang di usia sekarang masih produktif. Mereka pejuang rupiah,” tutupnya.

Melalui peragaan langsung, pendampingan, dan perluasan akses pasar, Dekranasda Berau berharap kerajinan lokal tidak berhenti sebagai produk pajangan dalam pameran.

Lebih dari itu, kerajinan diharapkan berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan para perajin (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *