
BERAUPEDIA – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai kehadiran penduduk pendatang dari berbagai daerah turut memberikan dampak positif bagi perkembangan Kabupaten Berau, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkaya keberagaman budaya masyarakat.
Menurut Sri Juniarsih, perkembangan Berau yang semakin pesat turut menjadikan daerah tersebut sebagai tujuan bagi masyarakat dari luar daerah untuk mencari peluang dan menetap.
Kehadiran mereka dinilai menjadi bagian dari dinamika pembangunan yang perlu disikapi secara terbuka dan bijaksana.
“Berau saat ini sudah mulai berkembang, berkembang dalam arti jumlah penduduk. Banyak pendatang yang datang ke sini dan menjadi betah,” ujar Sri Juniarsih.
Ia menjelaskan, masyarakat Berau terdiri atas beragam suku dan latar belakang. Selain masyarakat asli seperti suku Banua, Bajau, dan Dayak, terdapat pula warga pendatang dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sulawesi, hingga Sumatra.
Keberagaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi kekuatan bagi daerah apabila dibangun melalui hubungan sosial yang harmonis serta saling menghargai antarwarga.
Sri Juniarsih juga menyoroti potensi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang dibawa masyarakat pendatang.
Hal itu dinilai dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal sekaligus memperkuat daya saing masyarakat Berau.
“Tentu itu juga memberikan dampak yang baik karena mereka memiliki kelebihan sumber daya manusia yang harus ditularkan kepada kita,” lanjutnya.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak menerima seluruh pengaruh dari luar secara mentah-mentah.
Menurutnya, keterbukaan terhadap pendatang harus tetap diiringi kemampuan menyaring budaya, kebiasaan, dan perilaku yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia berharap nilai-nilai positif, seperti etos kerja, kedisiplinan, keterampilan, serta semangat membangun daerah, dapat menjadi contoh yang ditularkan dan diterapkan bersama.
Sebaliknya, pengaruh yang berpotensi merugikan kehidupan sosial masyarakat harus dihindari.
“Yang saya harapkan, hal-hal yang positif itu kita tularkan. Tentu yang negatif jangan kita tularkan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap keberagaman dan pelestarian nilai-nilai lokal.
Dengan membangun hubungan yang saling menghormati, masyarakat pendatang dan warga asli diharapkan dapat bersama-sama berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Berau.
Pada akhirnya, pertumbuhan daerah tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah penduduk atau geliat aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk hidup berdampingan, meningkatkan kualitas SDM, dan berpartisipasi dalam pembangunan secara berkelanjutan (bp).













