
beraupedia.com – Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2026 tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi.
APBD Berau 2026 ditetapkan sekitar Rp3,42 triliun. Anggaran tersebut diarahkan untuk membiayai berbagai kebutuhan prioritas, mulai dari pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Di tengah kondisi fiskal yang terbatas, Pemkab Berau memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap dipertahankan dan tidak dipotong.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan aparatur, sekaligus upaya menjaga kinerja pelayanan kepada masyarakat.
“Di tengah keterbatasan ini, kami berkomitmen untuk tidak melakukan pemotongan TPP,” ungkap Sri Juniarsih.
Menurutnya, kesejahteraan aparatur tetap menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah di tengah penyesuaian terhadap kemampuan keuangan daerah.
Dengan TPP yang tetap dipertahankan, aparatur diharapkan dapat terus memberikan pelayanan secara profesional dan optimal.
Selain menjaga kesejahteraan ASN, Pemkab Berau juga berupaya mempertahankan aktivitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi melalui investasi.
Pemerintah daerah terus membuka ruang kemitraan dengan pelaku usaha untuk menciptakan iklim investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut didukung capaian investasi Berau yang menunjukkan tren positif. Pada 2025, realisasi investasi mencapai sekitar Rp8,76 triliun, atau 194,71 persen dari target Rp4,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengatakan capaian tersebut menunjukkan peluang investasi di Berau masih terbuka.
“Targetnya Rp4,5 triliun, alhamdulillah kita bisa mencapai Rp8,7 triliun sekian,” tutur Nanang.
Memasuki 2026, DPMPTSP Berau kembali berupaya mempertahankan momentum tersebut. Target investasi daerah berada di kisaran Rp4,6 triliun, sementara target yang ditetapkan pemerintah provinsi mencapai lebih dari Rp8 triliun.
Hingga triwulan I dan II 2026, realisasi investasi Berau telah mencapai sekitar Rp3,7 triliun. Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan pemerintah daerah untuk terus mengejar target hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah sudah mencapai Rp3,7 triliun,” ujarnya.
Nanang menambahkan, capaian investasi tidak terlepas dari kerja sama pemerintah daerah dengan pelaku usaha, sekaligus upaya menjaga efisiensi dan iklim usaha di Kabupaten Berau.
“Upaya semaksimal mungkin akan terus kita lakukan hingga penghujung tahun ini,” pungkasnya.
Dengan kondisi APBD yang terbatas, Pemkab Berau berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan, pelayanan masyarakat, kesejahteraan aparatur, serta penguatan sektor ekonomi melalui investasi (bp).













