
BERAUPEDIA – Pemulihan jaringan kelistrikan di Kabupaten Berau, khususnya wilayah Talisayan, mulai menunjukkan hasil. PLN memastikan pemasangan tower emergensi untuk memulihkan jaringan transmisi telah rampung dan satu sirkit Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Talisayan–Malinau kembali beroperasi.
Informasi tersebut disampaikan kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, dalam laporan perkembangan penanganan gangguan jaringan listrik pada Minggu (1/11/2026).
Berdasarkan laporan PLN, satu sirkit transmisi berhasil dioperasikan kembali sekitar pukul 02.00 WITA. Dengan beroperasinya jaringan tersebut, pasokan listrik di Kabupaten Berau dan Talisayan dilaporkan telah kembali normal.
PLN juga memastikan tidak ada lagi pemadaman akibat gangguan transmisi di kedua wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyambut positif perkembangan pemulihan tersebut. Sebelumnya, ia telah meminta PLN mempercepat langkah mitigasi dan penanganan gangguan agar dampak pemadaman tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Alhamdulillah, kami menerima laporan bahwa pemasangan tower emergensi sudah selesai dan satu sirkit transmisi berhasil dioperasikan. Ini perkembangan yang baik karena masyarakat Berau dan Talisayan kini sudah kembali menikmati pasokan listrik secara normal,” ungkap Seno Aji dikutip dari Arusbawah.co.
Meski pasokan listrik telah kembali pulih, Seno mengingatkan agar PLN tidak berhenti pada upaya perbaikan sementara. Menurutnya, penguatan infrastruktur dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan perlu dilakukan untuk mencegah gangguan serupa terulang.
“Yang terpenting bukan hanya memulihkan pasokan listrik, tetapi juga memastikan keandalan jaringan ke depan. Kami berharap PLN terus melakukan evaluasi dan memperkuat infrastruktur kelistrikan, sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi gangguan pemadaman,” tegasnya.
Penguatan Pembangkit Tanjung Batu Berlanjut
Selain pemulihan jaringan transmisi Berau–Talisayan, penguatan sistem kelistrikan di kawasan Tanjung Batu juga masih berlangsung.
PLN melaporkan pemasangan mesin pembangkit dengan kapasitas total 40 megawatt (MW) masih dalam tahap pengerjaan. Hingga laporan terakhir disampaikan, sebanyak delapan unit mesin telah terpasang.
Pembangkit tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap dengan kapasitas awal 17 MW dalam kurun waktu sekitar dua minggu.
Seno Aji berharap proses pengerjaan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga tambahan kapasitas pembangkit segera memberikan kontribusi terhadap sistem kelistrikan di wilayah Berau dan sekitarnya.
“Kami berharap penambahan kapasitas pembangkit di Tanjung Batu bisa segera beroperasi sesuai jadwal. Ini penting untuk memperkuat keandalan pasokan listrik dan memenuhi kebutuhan masyarakat maupun kegiatan ekonomi di Kalimantan Timur,” katanya.
Pemulihan jaringan transmisi dan penambahan kapasitas pembangkit tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Berau. Masyarakat pun berharap perbaikan infrastruktur ini dapat memberikan kepastian pasokan listrik yang lebih stabil dan berkelanjutan (bp).













