
BERAUPEDIA.COM – PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan, termasuk di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Hingga Jumat (30/10/2026), dua tower darurat atau Emergency Restoration System (ERS) untuk jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Maloy–Talisayan berhasil didirikan.
Pembangunan dua tower darurat tersebut menjadi salah satu langkah penting PLN dalam memulihkan infrastruktur transmisi yang mengalami gangguan akibat pohon tumbang pada 25 Oktober 2026 lalu. Gangguan itu berdampak terhadap penyaluran pasokan listrik ke wilayah Berau dan sekitarnya.
Dalam proses pengerjaan, PLN mengerahkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unit. Setelah dua tower berhasil didirikan, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan instalasi serta perlengkapan pendukung sebelum jaringan dapat kembali dioperasikan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan seluruh personel terus bekerja untuk mempercepat pemulihan jaringan transmisi di Berau.
“Di Berau, lebih dari 100 personel gabungan terus bekerja untuk mempercepat pemulihan jaringan transmisi. Dua tower darurat kini telah berdiri dan pekerjaan memasuki tahapan lanjutan,” jelas Chaliq.
Ia menegaskan, seluruh tahapan pemulihan tetap mengutamakan kesiapan teknis dan keselamatan kerja agar jaringan dapat segera kembali berfungsi secara optimal.
Selain perbaikan infrastruktur transmisi di Berau, PLN juga melakukan penguatan pasokan listrik melalui penambahan kapasitas pembangkit sewa.
Hingga 30 Oktober 2026, kapasitas pembangkit sewa yang telah beroperasi meningkat dari sebelumnya 45 megawatt (MW) menjadi 53 MW.
Tambahan tersebut berasal dari pembangkit sewa Trisakti sebesar 20 MW dan Batulicin sebesar 33 MW.
Penambahan ini merupakan bagian dari program penguatan Sistem Interkoneksi Kalimantan dengan total kapasitas pembangkit sewa yang direncanakan mencapai 278 MW.
Program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar 158 MW dan tahap kedua sebesar 120 MW.
Pengoperasiannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing unit, mulai dari mobilisasi, instalasi, hingga pengujian teknis dan keselamatan operasi.
Chaliq mengatakan, penambahan kapasitas pembangkit dan pemulihan infrastruktur dilakukan secara bersamaan untuk meningkatkan kemampuan pasok listrik di Kalimantan.
“Penambahan kapasitas pembangkit sewa dari 45 MW menjadi 53 MW merupakan salah satu progres nyata dalam upaya penguatan pasokan listrik Kalimantan. Secara bersamaan, kami terus mendorong percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan maupun pemeliharaan,” ujarnya.
PLN juga mempercepat pemulihan sejumlah pembangkit eksisting yang belum beroperasi optimal, di antaranya PLTGU Senipah, PLTU Indoeka, dan PLTU Asam Asam.
Selain itu, koordinasi percepatan penyelesaian pemeliharaan PLTU GPK berkapasitas 100 MW turut dilakukan agar pembangkit tersebut dapat kembali mendukung pasokan listrik ke sistem interkoneksi Kalimantan.
Di tengah berbagai upaya pemulihan tersebut, PLN mengakui kondisi pasokan listrik di sejumlah wilayah Kalimantan masih belum sepenuhnya optimal.
Pengaturan operasi kelistrikan masih harus dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan keseimbangan antara ketersediaan daya dan kebutuhan masyarakat, terutama saat periode beban puncak.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat Berau yang dalam beberapa hari terakhir turut merasakan dampak gangguan kelistrikan terhadap aktivitas sehari-hari, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha.
Chaliq menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih mengalami ketidaknyamanan akibat kondisi kelistrikan tersebut.
“Kami memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini masih memengaruhi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan kegiatan usaha. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” katanya.
PLN memastikan seluruh tim terus bekerja dan berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik.
Evaluasi kondisi kelistrikan juga akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan, keamanan sistem, serta kepentingan pelanggan.
Perkembangan pemulihan kelistrikan selanjutnya akan disampaikan kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi PLN.
Kini, masyarakat Berau masih menantikan hasil nyata dari seluruh tahapan pemulihan tersebut, terutama agar pasokan listrik kembali stabil dan pemadaman yang mengganggu aktivitas warga tidak terus berulang (bp).













