
beraupedia.com – Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini semakin memiliki peran penting dalam berbagai layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, perbankan hingga berbagai kebutuhan administrasi, data kependudukan menjadi salah satu fondasi utama.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau untuk terus membenahi sistem pelayanan sekaligus memperkuat pemanfaatan data kependudukan secara digital.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengatakan perubahan pola pelayanan menjadi kebutuhan yang tidak lagi dapat ditunda.
Masyarakat saat ini membutuhkan layanan administrasi kependudukan yang praktis, cepat dan mudah dijangkau.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus mampu memangkas proses pelayanan yang selama ini dinilai masih membutuhkan tahapan panjang.
“Pelayanan harus semakin cepat, profesional, transparan, dan responsif,” kata David.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan konsep Disdukcapil Go Digital, yang diarahkan untuk mengubah pola pelayanan administrasi kependudukan agar semakin adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.
Bersamaan dengan itu, Disdukcapil Berau juga merilis Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Berau Tahun 2025 serta Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026.
Bagi Disdukcapil, kedua dokumen tersebut tidak sekadar menjadi arsip administrasi. Data kependudukan dinilai memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menentukan arah kebijakan dan menyusun berbagai program pembangunan.
David menjelaskan, semakin banyak sektor pelayanan publik yang menjadikan NIK sebagai identitas utama masyarakat.
Data kependudukan dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan, di antaranya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Program Prakerja, bantuan sosial, layanan perbankan, telekomunikasi, kendaraan hingga perpajakan.
“Data kependudukan menjadi dasar bagi banyak pelayanan yang diterima masyarakat,” ujarnya.
Pemanfaatan database kependudukan tidak berhenti pada urusan administrasi. Data tersebut juga dapat membantu pemerintah memetakan persoalan sosial sekaligus menentukan sasaran berbagai program pembangunan.
Sejumlah program seperti pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penanganan kebencanaan membutuhkan dukungan data penduduk yang akurat.
Data kependudukan juga dapat membantu proses identifikasi seseorang dalam kondisi tertentu, termasuk ketika terjadi kecelakaan maupun tindak pidana.
David mencontohkan keterhubungan data kependudukan dengan aparat penegak hukum yang turut membantu proses identifikasi korban dalam musibah tenggelamnya kapal transportasi laut Berkah 08 beberapa waktu lalu.
Selain itu, data kependudukan juga menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan agenda demokrasi, mulai dari pemilihan umum, pemilihan kepala daerah hingga pemilihan kepala kampung.
Karena itu, Disdukcapil Berau berharap data yang telah dirilis dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh perangkat daerah maupun pihak lain yang membutuhkan informasi kependudukan untuk mendukung perencanaan dan pelayanan.
Untuk memperluas akses informasi, Disdukcapil juga menyiapkan dokumen dalam format digital melalui tautan PDF.
Dengan demikian, masyarakat dan pemangku kepentingan yang tidak dapat hadir secara langsung tetap bisa memperoleh informasi perkembangan kependudukan Kabupaten Berau.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Disdukcapil Berau membangun pelayanan administrasi kependudukan yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tatap muka, tetapi terus bergerak menuju layanan yang lebih terbuka, cepat dan berbasis teknologi (bp).













