Tanjung Redeb

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Nelayan Berau Diminta Tak Paksa Melaut

28
×

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Nelayan Berau Diminta Tak Paksa Melaut

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Kondisi cuaca dan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Berau menjadi perhatian Dinas Perikanan, khususnya bagi nelayan yang tetap beraktivitas di laut.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengingatkan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika jarak pandang mulai terbatas.

“Nelayan harus lebih berhati-hati, terutama ketika jarak pandang terbatas,” ujarnya.

Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Nelayan diminta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca maupun perairan dinilai membahayakan.

“Kalau kondisi tidak memungkinkan, jangan dipaksakan untuk melaut,” katanya.

Abdul Majid juga meminta nelayan memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat. Selain membawa perlengkapan keselamatan, kondisi perairan dan tingkat visibilitas perlu dipastikan cukup aman untuk perjalanan maupun aktivitas penangkapan ikan.

Sebelumnya, BMKG melaporkan adanya asap, kabut, dan haze yang terpantau dari pagi hingga malam hari.

Jarak pandang di kawasan Bandara Kalimarau bahkan sempat berada pada kisaran 2 hingga 4,5 kilometer.

Kondisi ini menunjukkan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara dan kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk nelayan yang bergantung pada laut.

Berkurangnya jarak pandang dapat meningkatkan risiko selama perjalanan menuju lokasi penangkapan ikan. Karena itu, Dinas Perikanan mengingatkan nelayan agar tidak mengorbankan keselamatan demi mengejar hasil tangkapan.

“Yang paling penting keselamatan nelayan. Hasil tangkapan bisa dicari ketika kondisi sudah memungkinkan,” pungkas Abdul Majid (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *