Tanjung Redeb

Puluhan Petani Semurut Gagal Panen, Bupati Instruksikan Bantuan Dipercepat

10
×

Puluhan Petani Semurut Gagal Panen, Bupati Instruksikan Bantuan Dipercepat

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Dampak musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Berau mulai dirasakan serius masyarakat. Puluhan petani di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, dilaporkan mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Ia langsung menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada para petani yang terdampak.

Instruksi itu ditujukan kepada Dinas Pangan Berau serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pertanian Berau agar segera mengambil langkah penanganan.

“Saya telah menginstruksikan kepada Dinas Pangan Berau dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pertanian Berau agar bergerak cepat dan mempercepat proses penyaluran bantuan kepada para petani kita di Kampung Semurut yang mengalami gagal panen,” tegas Sri Juniarsih.

Menurutnya, para petani tidak boleh dibiarkan terlalu lama menanggung dampak ekonomi akibat kekeringan.

Terlebih, gagal panen membuat sebagian warga kehilangan sumber pendapatan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Jangan sampai mereka berlama-lama menanggung beban akibat musibah kekeringan ini,” lanjutnya.

Sri Juniarsih menegaskan, kehadiran pemerintah daerah sangat dibutuhkan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat seperti kekeringan.

Ia memastikan cadangan pangan pemerintah daerah dapat dimanfaatkan untuk membantu meringankan beban warga terdampak, khususnya petani di Kampung Semurut.

“Pemerintah Kabupaten Berau hadir dan berkomitmen penuh untuk meringankan beban masyarakat, khususnya para petani di Kampung Semurut agar dapur mereka tetap bisa ngebul. Penyaluran cadangan pangan harus segera direalisasikan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Namun, penanganan tidak berhenti pada bantuan pangan. Bupati juga meminta organisasi perangkat daerah terkait mulai memikirkan solusi jangka panjang untuk menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi kembali terjadi.

Pemetaan terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian dan sistem pengairan menjadi salah satu langkah yang perlu disiapkan.

Perbaikan sarana penunjang pertanian dinilai penting agar petani tidak terus berada dalam posisi rentan ketika musim kemarau panjang kembali melanda.

Bagi para petani Semurut, persoalan air kini bukan sekadar menyangkut keberhasilan panen, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi keluarga.

Karena itu, percepatan bantuan sekaligus pembenahan sistem pengairan menjadi langkah penting agar gagal panen akibat kekeringan tidak kembali menjadi ancaman bagi petani Berau (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *