Tanjung Redeb

Kampung Wisata Dumaring Tembus 30 Besar Wonderful Indonesia Awards 2026, Berau Ukir Prestasi Di Panggung Nasional

57
×

Kampung Wisata Dumaring Tembus 30 Besar Wonderful Indonesia Awards 2026, Berau Ukir Prestasi Di Panggung Nasional

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata Kabupaten Berau. Kampung Wisata Dumaring, Kecamatan Talisayan, berhasil menembus 30 besar nasional Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026 untuk kategori Desa dan Kampung Wisata.

Capaian tersebut menjadi salah satu catatan penting bagi perkembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Berau.

Dumaring berhasil melewati rangkaian proses verifikasi, kurasi, dan penilaian sebelum akhirnya masuk dalam jajaran 30 desa dan kampung wisata terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam seleksi tersebut, desa dan kampung wisata dinilai berdasarkan berbagai aspek, mulai dari komitmen dan inovasi, kualitas pengelolaan, hingga kemampuan mengembangkan pariwisata yang berdaya saing sekaligus berkelanjutan.

Bagi Berau, keberhasilan Dumaring bukan sekadar pencapaian sebuah destinasi wisata. Lebih dari itu, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata berbasis komunitas di wilayah pesisir Berau mampu bersaing di tingkat nasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, menyampaikan apresiasi atas kerja keras masyarakat Dumaring yang selama ini konsisten membangun dan mengembangkan potensi wisata kampung.

Dukungan masyarakat, pengelola wisata, pemerintah kampung serta berbagai pihak dinilai menjadi kekuatan penting yang membawa Dumaring hingga ke tahap 30 besar nasional.

“Perjalanan Dumaring pun belum berhenti. Setelah berhasil masuk 30 besar, tantangan berikutnya adalah berjuang menembus 15 besar nasional” harap Yudha (6/9/2026). 

Kampung Wisata Dumaring memiliki karakter yang cukup kuat sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi hutan dan sungai.

Berdasarkan profil resmi di Jejaring Desa Wisata (JADESTA) Kementerian Pariwisata, pengembangan wisata Dumaring terintegrasi dengan program perhutanan sosial melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pangalima Jerrung dan kelompok usaha perhutanan sosial bidang wisata.

Konsep tersebut membuat aktivitas wisata tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Salah satu ikon utamanya adalah Taman Sungai Dumaring (TSD). Kawasan ini menawarkan aktivitas wisata air, rekreasi keluarga, outbound, jungle tracking hingga berbagai wahana permainan.

TSD juga menjadi bagian dari upaya kampanye pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan jasa lingkungan dari Sungai Dumaring.

Selain Taman Sungai Dumaring, kampung wisata ini memiliki sejumlah daya tarik lain yang memperkuat potensinya sebagai destinasi ekowisata.

Pertama, Taman Sungai Dumaring. Destinasi ini menawarkan pengalaman wisata berbasis sungai dengan aktivitas seperti tubing dan kayak yang didampingi pemandu.

Kedua, Taman Mangrove Dumaring (Demangroop). Kawasan ini menawarkan pengalaman wisata sekaligus edukasi mengenai ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayati pesisir.

Ketiga, Taman Goa Dumaring. Destinasi ini memberikan pengalaman wisata petualangan melalui kawasan gua dan aliran sungai bawah tanah. Untuk menjaga keamanan pengunjung, kunjungan dilakukan melalui reservasi dan didampingi pemandu.

Tak hanya mengandalkan alam, Dumaring juga mulai mengembangkan pengalaman wisata berbasis ekonomi masyarakat.

Pengunjung dapat mengenal berbagai produk lokal seperti madu kelulut, gula aren, kopi lokal, batik Jagad Dumaring hingga produk hasil hutan bukan kayu.

Masuknya Dumaring ke 30 besar WIA 2026 menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat posisi Berau sebagai salah satu daerah dengan potensi pariwisata unggulan di Kalimantan Timur.

Dumaring menunjukkan bahwa kekuatan sebuah destinasi tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat, tata kelola, konservasi lingkungan dan kemampuan menciptakan nilai ekonomi lokal.

Kini perhatian tertuju pada tahapan berikutnya. Masyarakat Dumaring bersama Pemerintah Kabupaten Berau diharapkan dapat mempertahankan momentum tersebut dan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menghadapi penilaian menuju 15 besar Wonderful Indonesia Awards 2026.

Jika berhasil melangkah lebih jauh, prestasi Dumaring bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Talisayan, tetapi juga menjadi representasi Kabupaten Berau di panggung pariwisata nasional (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *