
beraupedia.com – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).
Dukungan tersebut salah satunya disampaikan melalui surat resmi Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar RI tertanggal 24 Agustus 2026, terkait pelaksanaan Familiarization Trip (Fam Trip) Marine di kawasan Pulau Maratua.
Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Berau, Drs. Yudha Budi Santosa, M.Si, Kemenpar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas peran aktif jajaran Pemkab Berau dalam mendukung pelaksanaan kegiatan Fam Trip Marine yang berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 di kawasan Pulau Maratua.
Kementerian menilai dukungan Pemkab Berau, baik dalam koordinasi destinasi, fasilitasi keterlibatan pelaku industri pariwisata maupun dukungan selama kegiatan, turut memastikan rangkaian Fam Trip Marine Maratua 2026 berjalan dengan baik.
Kegiatan tersebut juga dinilai memberikan pengalaman optimal kepada para peserta dalam mengenal lebih jauh potensi wisata bahari, budaya, serta produk pariwisata yang dimiliki Kabupaten Berau.
Kemenpar RI berharap agar sinergi dan kerja sama dengan Pemkab Berau terus dipertahankan dan dikembangkan, khususnya dalam pelaksanaan program-program promosi pariwisata.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Kabupaten Berau.
Dukungan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi strategi promosi pariwisata yang selama ini terus dilakukan Pemkab Berau. Potensi bahari seperti Maratua menjadi salah satu kekuatan utama Berau untuk dipasarkan lebih luas, terutama kepada wisatawan mancanegara.

Kemenpar juga menekankan pentingnya pengembangan destinasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan.
Pengembangan destinasi diharapkan dilakukan melalui peningkatan dan diversifikasi atraksi wisata yang berkualitas dan menarik. Dengan demikian, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di Berau.
Strategi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan lama tinggal (Length of Stay) sekaligus meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan (Average Spending per Arrival) selama berada di Indonesia.
Apresiasi dari Kemenpar RI tersebut memperlihatkan bahwa promosi pariwisata Berau memiliki posisi strategis dalam pengembangan destinasi daerah.

Tidak hanya memiliki wisata bahari di Kepulauan Derawan dan Maratua, Berau juga memiliki kekayaan alam, budaya dan ekosistem yang dapat dikembangkan menjadi rangkaian pengalaman wisata.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat, Pemkab Berau dan pelaku industri pariwisata menjadi faktor penting untuk memperluas pasar wisata Berau.
Dengan promosi yang semakin terarah, peningkatan kualitas destinasi serta diversifikasi atraksi, Berau berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Timur sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian masyarakat (bp).













