Tanjung Redeb

Ratusan Jamaah Gelar Salat Istisqa Di Tanjung Redeb, Berharap Hujan Segera Turun

6
×

Ratusan Jamaah Gelar Salat Istisqa Di Tanjung Redeb, Berharap Hujan Segera Turun

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Sekitar 300 jamaah mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Masjid Nurul Ilmi, Jalan Albina, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama umat Muslim untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan rendahnya curah hujan yang melanda wilayah Berau.

Kapolsek Tanjung Redeb AKP Amin Maulani, S.H., M.H., turut hadir dalam kegiatan yang diikuti pelajar dan masyarakat setempat.

Salat Istisqa tersebut dilaksanakan bersama Yayasan Pendidikan Dakwah Social Islam Ash Shohwah Al Islamiyyah Kabupaten Berau.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan penyampaian tata cara pelaksanaan Salat Istisqa. Selanjutnya, jamaah melaksanakan salat berjamaah yang dipimpin Ust. Abdul Aziz Nurmahmudi, Lc. sebagai imam, kemudian dilanjutkan khotbah oleh Ust. Drs. K.H. Najmuddin, L.C. serta doa bersama.

AKP Amin Maulani mengatakan, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT memberikan hujan yang bermanfaat serta membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, terutama di tengah kondisi kemarau dengan curah hujan yang rendah,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya menjadi momentum untuk memanjatkan doa, tetapi juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap dampak kemarau dan kekeringan.

Kondisi kemarau berkepanjangan diketahui turut meningkatkan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah.

Karena itu, kepedulian seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk menjaga lingkungan dan mencegah munculnya kebakaran.

Kapolsek Tanjung Redeb berharap doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut dapat segera mendapat keberkahan serta membawa hujan yang bermanfaat bagi masyarakat Berau.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan kondisi kemarau sebagai pengingat untuk semakin peduli terhadap lingkungan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Di tengah kemarau yang belum berakhir, doa ratusan jamaah menjadi ikhtiar bersama agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi Bumi Batiwakkal (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *