Tanjung Redeb

Bunda PAUD Berau: Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai Dari PAUD Berkualitas

9
×

Bunda PAUD Berau: Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai Dari PAUD Berkualitas

Sebarkan artikel ini


BERAUPEDIA.COM – Bunda PAUD Kabupaten Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun tidak hanya dimaknai sebagai penambahan jenjang pendidikan, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh bekal yang memadai sebelum memasuki pendidikan dasar.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan belajar anak. Melalui layanan PAUD yang berkualitas, anak dapat mengembangkan kemampuan sosial, emosional, bahasa, hingga kognitif sehingga lebih siap mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

“Perlu adanya edukasi kepada masyarakat agar seluruh anak usia 4 sampai 6 tahun memperoleh akses layanan PAUD yang berkualitas,” ujarnya.

Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Berau, Bupati Sri Juniarsih Mas mengatakan komitmen tersebut telah diwujudkan melalui Program Satu Kampung Satu PAUD. Hingga saat ini, Kabupaten Berau memiliki 236 satuan PAUD yang tersebar di 13 kecamatan dan melayani lebih dari 8.800 anak usia dini.

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar menghadirkan lembaga pendidikan di setiap kampung, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Berau sejak usia emas.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan lagi memperluas akses layanan, melainkan meningkatkan mutu pendidikan. Kualitas tenaga pendidik, metode pembelajaran, sarana dan prasarana, hingga keterlibatan orang tua harus terus diperkuat agar PAUD mampu mencetak generasi yang siap belajar.

Sri Juniarsih juga menegaskan bahwa PAUD memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Melalui layanan yang terintegrasi, anak tidak hanya memperoleh pendidikan, tetapi juga pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, pemberian makanan tambahan, serta edukasi gizi bagi keluarga.

Selain itu, PAUD menjadi jembatan penting dalam mewujudkan transisi yang menyenangkan menuju Sekolah Dasar. Dengan demikian, anak dapat memasuki jenjang pendidikan berikutnya dengan rasa percaya diri, kesiapan belajar, dan semangat yang tinggi.

Karena itu, ia meminta seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga kampung menjalankan perannya secara nyata dan tidak berhenti pada simbol jabatan semata.

“Saya tidak ingin Bunda PAUD hanya ada dalam selempang saja, tetapi harus lebih gesit memastikan pendidikan dan gizi anak-anak terpenuhi,” tegasnya.

Sri Juniarsih juga menginstruksikan Dinas Pendidikan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD di Bumi Batiwakkal.

Menjelang Apresiasi Bunda PAUD Nasional Tahun 2027, seluruh jajaran Bunda PAUD diminta menyiapkan program unggulan serta mendokumentasikan berbagai praktik baik melalui Aplikasi PIJAR BUNDA PAUD agar inovasi Kabupaten Berau semakin dikenal di tingkat nasional.

“Saya yakin, dengan kebersamaan dan kerja nyata, Generasi Emas Berau akan kita wujudkan,” pungkasnya (bp). 

Editor: Anang Ma - Redaksi beraupedia.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui redaksi kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *