Tanjung Redeb

Hari Jadi Berau Ke-73 Tetap Semarak, Pemkab Sesuaikan Agenda Dengan Kondisi Karhutla

52
×

Hari Jadi Berau Ke-73 Tetap Semarak, Pemkab Sesuaikan Agenda Dengan Kondisi Karhutla

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216 tetap masuk dalam agenda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Namun, pelaksanaan sejumlah kegiatan tahun ini akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan, terutama ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kualitas udara.

Rangkaian perayaan dijadwalkan berlangsung mulai September hingga Oktober 2026. Beragam hiburan, perlombaan masyarakat hingga agenda puncak Berau Expo tetap disiapkan, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan persiapan rangkaian kegiatan telah dibahas melalui rapat koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, pemerintah tetap berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat. Namun, pelaksanaan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar akan melihat kondisi kualitas udara serta keputusan kepala daerah.

“Banyak perlombaan yang akan disajikan. Hiburan masyarakat akan cukup padat mulai September sampai Oktober,” ujar Yudha.

Tidak hanya menghadirkan hiburan, rangkaian Hari Jadi Berau juga akan mengangkat berbagai permainan dan budaya lokal.

Salah satu kegiatan yang diperkirakan kembali menarik perhatian masyarakat adalah lomba perahu panjang.

Selain itu, sejumlah perlombaan tradisional seperti hadang, sumpit dan ketapel juga disiapkan.

Kekayaan kuliner khas Berau turut mendapat ruang dalam rangkaian perayaan. Beberapa di antaranya melalui kegiatan yang memperkenalkan kuliner lokal seperti Ancur Paddas dan Puncak Rasul.

Rangkaian kegiatan tersebut kemudian akan berlanjut hingga agenda puncak perayaan dan Berau Expo yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Meski berbagai agenda telah dipersiapkan, Disbudpar Berau memastikan aspek keselamatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama.

Kemarau panjang dan munculnya asap akibat karhutla membuat kondisi kualitas udara menjadi salah satu indikator sebelum kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar dilaksanakan.

Pemerintah daerah tidak ingin semarak perayaan justru mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Yudha berharap kondisi Berau segera kembali kondusif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

“Kita semua berharap daerah kita aman dan terkendali dari kepulan asap akibat kebakaran, sehingga rencana pesta rakyat ini dapat terlaksana dengan lancar hingga ditutup dengan Berau Expo,” tandasnya.

Dengan penyesuaian tersebut, Pemkab Berau berupaya menjaga keseimbangan antara semangat memperingati hari jadi daerah dengan kondisi lingkungan yang sedang dihadapi masyarakat (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *