
Beraupedia.com – Pemerintah Kabupaten Berau gencar mendorong pengembangan berbagai potensi unggulan di tingkat kampung guna meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK).
Langkah ini ditempuh sebagai strategi utama membangun kemandirian ekonomi desa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan alokasi dana dari pemerintah kabupaten maupun pusat.
Setiap wilayah kampung di Berau diketahui memiliki kekayaan sumber daya alam yang beragam dan siap dioptimalkan.
Mulai dari sektor pertanian dan perkebunan seperti lada, kakao, semangka, dan padi, potensi kelautan serta perikanan meliputi udang galah dan rumput laut, hingga peluang pariwisata alam, budaya, dan potensi ekonomi baru dari skema konservasi hutan atau dana karbon.
Berbagai contoh keberhasilan mulai terlihat nyata. Kampung Dumaring misalnya, melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) berhasil mengolah lahan tidur menjadi produktif dengan panen semangka mencapai puluhan ton, serta pengembangan jagung dan padi gunung.
Sementara kampung pesisir seperti Pulau Besing memaksimalkan potensi udang galah dan ekowisata untuk menambah kas desa.
Untuk memperkuat pengelolaan tersebut, strategi pemerintah difokuskan pada pemetaan potensi yang akurat, penguatan kelembagaan melalui BUMK dan Koperasi Desa Merah Putih, peningkatan nilai tambah produk, serta pembinaan manajemen dan pemasaran bagi aparat kampung dan pelaku usaha.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa alam dan kearifan lokal merupakan modal nyata yang tak ternilai.
“Jika potensi ini dikelola secara serius, transparan, dan melibatkan partisipasi seluruh warga, maka Pendapatan Asli Kampung akan terus tumbuh. Ekonomi masyarakat pun ikut terangkat, dan kampung-kampung kita bisa mencapai taraf kemandirian yang sesungguhnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah optimis, dengan sinergi yang erat antara pemda, DPRD, BUMK, koperasi, dan masyarakat, seluruh potensi kampung dapat tergarap maksimal.
Hal ini diharapkan menjadikan Berau semakin maju, sejahtera, dan mandiri dari tingkat paling bawah (bp).













