
beraupedia.com – Potensi wisata alam, produk unggulan masyarakat, hingga penguatan tata kelola pemerintahan kampung di Kecamatan Kelay akan menjadi sorotan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau dalam gelaran Expo 2026.
Mengusung subtema “Percepatan Pembangunan Berkelanjutan di Kecamatan Kelay”, DPMK Berau ingin menunjukkan bahwa pembangunan wilayah pedalaman tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kemandirian kampung.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan pemilihan Kecamatan Kelay sebagai fokus pameran merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi alam, ekonomi, serta sumber daya manusia yang dimiliki wilayah tersebut.
“Lewat Expo 2026 ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Kelay terus berjalan,” ujarnya.
Salah satu potensi wisata yang akan diperkenalkan kepada pengunjung adalah Air Terjun Gorila di Kampung Lesan Dayak. Destinasi ini diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata alam dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.
Selain sektor pariwisata, DPMK Berau juga akan menampilkan beragam potensi ekonomi masyarakat melalui produk unggulan kampung.
Pengunjung dapat melihat proses produksi hingga hilirisasi komoditas lokal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah satu agenda menarik yang disiapkan adalah demonstrasi pembuatan cokelat dari hasil perkebunan lokal Kecamatan Kelay. Kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana potensi perkebunan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat kampung.
Di bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan, DPMK Berau turut memperkenalkan program SIGAP Sejahtera atau Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan.
Program ini diarahkan untuk mendukung pendampingan masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan kampung agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan potensi wilayahnya.
Penguatan kapasitas kampung juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di stan DPMK Berau. Melalui talk show interaktif yang melibatkan pemerintah kampung, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), dan Posyandu, pengunjung akan diajak mengenal berbagai pengalaman serta upaya dalam mengelola dan mengembangkan kampung.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi daya tarik bagi pengunjung Expo 2026, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan kampung yang berkelanjutan.
Tenteram berharap Expo 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wilayah pedalaman Berau sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap peluang pengembangan Kecamatan Kelay.
“Kami berharap masyarakat Berau hadir dan meramaikan Expo 2026 untuk melihat langsung potensi besar kampung-kampung di Kecamatan Kelay,” pungkasnya.
Dengan mengangkat sektor pariwisata, ekonomi lokal, dan tata kelola pemerintahan kampung, DPMK Berau ingin menunjukkan bahwa Kecamatan Kelay memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pemanfaatan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan (bp).













