Tanjung Redeb

Polemik Sewa Tenant Berau Expo 2026, Panitia Tegaskan 135 Stan APBD Gratis

87
×

Polemik Sewa Tenant Berau Expo 2026, Panitia Tegaskan 135 Stan APBD Gratis

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com — Polemik biaya sewa tenant UMKM di Berau Expo 2026 mendapat klarifikasi dari panitia. Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, menegaskan sebanyak 135 stan yang difasilitasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disediakan secara gratis bagi instansi pemerintah dan UMKM binaan.

Menurut Maulidiyah, stan yang dibiayai APBD mencakup area indoor maupun outdoor. Seluruhnya tidak dipungut biaya sewa, sehingga tarif jutaan rupiah yang dikeluhkan sejumlah pedagang disebut berkaitan dengan area komersial di luar pemetaan stan resmi yang dibiayai pemerintah.

“Untuk stan yang dibiayai melalui dana APBD itu tidak ada yang berbayar sama sekali, alias gratis. Ada 135 stan milik pemerintah daerah, baik di dalam maupun luar area, yang ukurannya di bawah 3×3 meter itu bebas biaya. Terkait biaya sewa Rp5 juta yang dikeluhkan, kemungkinan berada di area komersial luar pemetaan resmi APBD yang dikelola mandiri oleh pihak EO,” papar Maulidiyah.

Klarifikasi tersebut menempatkan persoalan tarif tenant pada dua skema berbeda, yakni stan yang difasilitasi pemerintah untuk UMKM binaan dan area bazar komersial yang dikelola penyelenggara acara atau event organizer (EO).

Direktur CV Mata Sanggam, Morten, selaku pihak yang memenangkan tender penyelenggaraan Berau Expo 2026 dengan nilai anggaran Rp3 miliar, menjelaskan bahwa area komersial dibuka untuk mengakomodasi pedagang umum yang ingin berjualan selama pesta rakyat tahunan tersebut.

Menurutnya, tingginya antusiasme pedagang yang tidak termasuk dalam kategori UMKM binaan menjadi salah satu alasan penyelenggara menyediakan lokasi tambahan. Langkah itu, kata dia, dilakukan melalui koordinasi dengan dinas terkait.

“Pemerintah sudah menyediakan tempat untuk UMKM binaan secara gratis. Namun, banyak pedagang umum yang belum memenuhi persyaratan legalitas tersebut ingin ikut memanfaatkan keramaian expo. Karena itu, kami berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memfasilitasi mereka,” terang Morten.

Morten menjelaskan, tarif tenant sebesar Rp4,5 juta untuk masa berjualan selama 10 hari atau setara Rp450 ribu per hari merupakan tarif tertinggi untuk lokasi yang dinilai strategis, terutama yang berada dekat panggung utama.

Ia menyebut biaya tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional bazar, mulai dari penyediaan tenda, pasokan listrik berdaya besar dan genset cadangan, bahan bakar minyak (BBM), pengamanan, kebersihan lingkungan, hingga pemulihan tata ruang jalan setelah kegiatan berakhir.

Penyelenggara juga menerapkan skema tarif berbeda berdasarkan posisi lapak. Menurut Morten, tenant yang berada lebih jauh dari panggung utama dapat memperoleh harga yang lebih terjangkau.

Meski demikian, perbedaan skema tersebut menjadi hal penting untuk dijelaskan secara terbuka kepada calon peserta.

Kejelasan mengenai lokasi stan, fasilitas yang diperoleh, rincian komponen biaya, serta pihak yang mengelola area komersial diperlukan agar pedagang memahami dasar penetapan tarif sebelum memutuskan untuk menyewa.

Berau Expo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16–25 Oktober 2026 di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb ke-216.

Dengan adanya klarifikasi ini, perhatian tidak hanya tertuju pada perbedaan antara stan gratis dan stan berbayar, tetapi juga pada transparansi pengelolaan area komersial.

Sebab, bagi pelaku usaha kecil yang berharap memperoleh tambahan penghasilan dari keramaian expo, biaya sewa merupakan salah satu pertimbangan penting dalam menghitung potensi keuntungan selama kegiatan berlangsung (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *