Tanjung Redeb

Tak Cukup Bertahan, UMKM Berau Didorong Naik Kelas Lewat SAPA UMKM

21
×

Tak Cukup Bertahan, UMKM Berau Didorong Naik Kelas Lewat SAPA UMKM

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau didorong tidak sekadar bertahan di tengah persaingan pasar, tetapi juga mampu berkembang, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan kualitas usaha melalui pemanfaatan teknologi digital serta penguatan legalitas.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus memperluas sosialisasi aplikasi SAPA UMKM ke sejumlah kecamatan.

Program ini dipadukan dengan edukasi kewirausahaan dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih profesional.

Sosialisasi tersebut telah dilaksanakan secara bertahap, di antaranya di Kecamatan Talisayan dan Teluk Bayur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi, pembinaan, dan pelayanan bagi UMKM hingga ke tingkat kecamatan.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan bantuan modal.

Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan dalam memperbaiki tata kelola bisnis, meningkatkan kualitas produk, memenuhi persyaratan perizinan, hingga memperluas pemasaran.

“Melalui SAPA UMKM, kami ingin membantu pelaku usaha mendapatkan akses pendampingan yang lebih luas, baik untuk legalitas, peningkatan kapasitas, pengembangan produk, maupun pemasaran,” ungkapnya.

Menurut Eva, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Namun, pemanfaatan platform digital perlu diimbangi dengan pembenahan mendasar dalam pengelolaan usaha.

Mulai dari menjaga kualitas produk, memperbaiki kemasan, hingga membiasakan pencatatan keuangan secara tertib menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan memiliki fondasi bisnis yang kuat untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“UMKM kita jangan hanya mampu bertahan, tetapi harus mampu tumbuh, berkembang, naik kelas dan masuk ke pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Selain pengenalan aplikasi, pendampingan pembuatan NIB menjadi salah satu fokus kegiatan.

Legalitas usaha dinilai penting untuk memberikan identitas yang jelas bagi pelaku UMKM sekaligus mempersiapkan mereka dalam mengakses berbagai program pembinaan dan dukungan pengembangan usaha.

Eva menjelaskan, SAPA UMKM merupakan platform digital terpadu dari Kementerian UMKM Republik Indonesia yang menyediakan berbagai layanan untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Fitur yang tersedia mencakup layanan perizinan, informasi pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembukuan digital, pelatihan, hingga pemasaran produk.

Melalui layanan tersebut, pelaku UMKM diharapkan lebih mudah memperoleh informasi dan mengakses dukungan sesuai kebutuhan bisnis.

Pemanfaatan platform secara optimal juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Meski demikian, Eva menekankan bahwa pengembangan UMKM bukan tanggung jawab satu organisasi perangkat daerah semata.

Dibutuhkan keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, tenaga pendamping, serta berbagai pemangku kepentingan agar sosialisasi dan pembinaan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

“Membangun UMKM bukan pekerjaan satu dinas saja. Ini adalah kerja bersama agar pelaku usaha semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah,” katanya.

Diskoperindag Berau berharap perluasan sosialisasi SAPA UMKM yang dibarengi pendampingan legalitas dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya digitalisasi, kewirausahaan, dan perizinan.

Dengan demikian, UMKM Berau tidak hanya memiliki akses terhadap layanan digital, tetapi juga semakin siap memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kami berharap melalui penguatan tersebut, UMKM Berau semakin siap meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” pungkasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *