
beraupedia.com – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Berau, Subroto, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Berau Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–25 Oktober 2026 di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb.
Menurutnya, Berau Expo menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat untuk menikmati berbagai rangkaian kegiatan sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, Subroto mengingatkan masyarakat agar tetap menjadikan kesehatan sebagai perhatian utama selama mengikuti kegiatan Expo.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Berau dalam beberapa hari terakhir.
“Kita tentu mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Berau Expo. Tetapi di tengah kondisi kabut asap seperti sekarang, kesehatan tetap harus menjadi perhatian utama,” ujar Subroto.
Ia meminta masyarakat yang hendak menghadiri kegiatan agar menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara.
Penggunaan masker, menurutnya, menjadi salah satu langkah pencegahan yang perlu dilakukan, terutama ketika kondisi asap semakin pekat.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar ruangan terlalu lama apabila kondisi udara sedang tidak sehat.
“Kita silakan masyarakat datang dan meramaikan Berau Expo, tetapi tetap lihat kondisi kesehatan. Kalau asap sedang tebal, gunakan masker dan jangan memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan terlalu lama,” pesannya.
Kondisi kabut asap di Berau kembali menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir. Pemkab Berau sebelumnya menyebut asap mulai terlihat sejak Minggu (4/10/2026) dan kemudian semakin meluas.
Pemantauan pada 5 Oktober juga menunjukkan adanya titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
Pergerakan angin dari arah selatan dan barat daya turut membawa asap menuju wilayah Berau.
Kondisi tersebut bahkan telah berdampak terhadap aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah.
Meski demikian, Subroto menilai kondisi tersebut tidak serta-merta mengurangi pentingnya pelaksanaan Berau Expo.
Menurutnya, kegiatan tersebut tetap dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.
Ia berharap penyelenggara juga memperhatikan kondisi lingkungan selama pelaksanaan Expo, termasuk memastikan area kegiatan tetap nyaman dan mendukung kesehatan para pengunjung.
Dengan pelaksanaan yang berlangsung selama sepuluh hari dan melibatkan ratusan tenant, Subroto berharap Berau Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Kita ingin Expo ini berjalan baik, masyarakat bisa menikmati, UMKM juga mendapatkan manfaat. Tetapi kesehatan masyarakat jangan sampai diabaikan,” pungkasnya (bp).













