
beraupedia.com – Pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Berau mulai diarahkan tidak hanya pada peningkatan daya tarik, tetapi juga kesiapan kawasan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menyiapkan langkah penataan pengelolaan sampah di sejumlah destinasi yang dinilai memiliki posisi penting dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menyebut terdapat empat destinasi yang akan mendapat perhatian lebih dalam rencana tersebut. Keempatnya yakni Labuan Cermin, Air Panas Pemapak, Sungai Dumaring, dan Tanjung Batu.
Menurut Yudha, penguatan pengelolaan lingkungan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan destinasi wisata.
Sebab, semakin berkembangnya sebuah kawasan wisata harus diikuti dengan kemampuan pengelola dalam menjaga kondisi lingkungan agar tetap tertata.
“Destinasi yang menjadi unggulan harus kita siapkan pengelolaannya secara bertahap. Bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga nyaman dan terjaga lingkungannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perhatian terhadap persoalan sampah menjadi bagian dari upaya membangun standar pengelolaan destinasi yang lebih baik.
Penataan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing kawasan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong kualitas pariwisata Berau agar semakin kompetitif.
Kebersihan kawasan dinilai menjadi salah satu faktor yang turut menentukan kenyamanan serta pengalaman wisatawan selama berkunjung.
Yudha menambahkan, pembahasan mengenai dukungan pengelolaan lingkungan juga telah dibawa dalam agenda pemerintah daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) saat melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Ia berharap dukungan anggaran yang sedang diupayakan dapat terealisasi pada tahun mendatang. Dengan demikian, penataan pengelolaan sampah dapat segera difokuskan pada destinasi yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
“Harapannya dukungan yang sedang kita perjuangkan bisa terealisasi tahun depan. Kalau sudah tersedia, penanganannya bisa kita arahkan lebih dulu ke destinasi yang memang menjadi prioritas,” tandasnya (bp).













