Tanjung Redeb

Peresean Sasak Lombok Meriahkan HUT Berau Dan Tanjung Redeb

36
×

Peresean Sasak Lombok Meriahkan HUT Berau Dan Tanjung Redeb

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Pagelaran budaya Sasak Lombok, Peresean, berlangsung meriah di halaman GOR Graha Pemuda, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pagelaran. Atraksi para pepadu yang beradu ketangkasan menggunakan rotan dan perisai menjadi perhatian warga yang menyaksikan dari sekitar arena.

Tidak hanya peserta dari Kabupaten Berau, pagelaran Peresean kali ini juga diikuti peserta dari Kutai Timur (Kutim).

Kehadiran peserta dari luar daerah menambah semarak kegiatan sekaligus memperlihatkan bahwa seni tradisi dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat lintas daerah.

Panitia kegiatan, Hairudin, mengatakan pagelaran Peresean tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Sasak di tengah keberagaman masyarakat Berau.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarmasyarakat dari berbagai daerah.

“Kami ingin Peresean ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Sasak kepada masyarakat Berau. Kehadiran peserta dari Kutai Timur juga menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan persaudaraan melalui kegiatan budaya,” ujar Hairudin.

Peresean merupakan salah satu tradisi masyarakat Sasak di Lombok yang dikenal melalui pertarungan dua pepadu menggunakan senjata rotan dan perisai.

Di balik atraksi fisiknya, Peresean memiliki nilai budaya dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Sasak yang terus diwariskan.

Pagelaran di Berau menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan tradisi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Hairudin menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap pagelaran Peresean menunjukkan bahwa seni tradisi masih memiliki daya tarik di tengah masyarakat.

“Antusiasme masyarakat cukup baik. Ini menunjukkan bahwa seni dan tradisi masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus diperkenalkan, terutama kepada generasi muda agar mereka mengenal dan ikut menjaga warisan budaya,” katanya.

Kehadiran peserta dari Berau dan Kutai Timur juga memperlihatkan bahwa kegiatan budaya dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat.

Keragaman budaya yang hadir dalam satu rangkaian perayaan HUT daerah menjadi gambaran kehidupan masyarakat Berau yang multikultural.

Melalui pagelaran Peresean, masyarakat tidak hanya disuguhkan atraksi budaya, tetapi juga diajak melihat keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan dan mempererat persaudaraan lintas daerah (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *