Tanjung Redeb

Tak Hanya Promosi, Pemkab Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Dan Pelayanan Pariwisata

66
×

Tak Hanya Promosi, Pemkab Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Dan Pelayanan Pariwisata

Sebarkan artikel ini


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong sektor pariwisata agar berkembang tidak hanya dari sisi destinasi dan promosi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan potensi wisata yang dimiliki Berau membutuhkan pengelolaan yang semakin profesional.

Pelayanan, kemampuan komunikasi, kebersihan, keamanan hingga pengalaman wisatawan menjadi aspek yang perlu diperkuat secara bersamaan.

Menurutnya, penguatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang secara bertahap menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan sekaligus bagian dari upaya transisi ekonomi dari sektor tambang.

“Sebagai upaya bertransisi dari tambang kepada pariwisata, saya ingin menggencarkan promosi. Tetapi promosi ini juga membutuhkan ide-ide yang brilian,” ungkap Bupati Sri Juniarsih. 

Ia menegaskan, promosi yang kuat harus dibarengi dengan kesiapan destinasi dan pelaku wisata.

Sebab, pengalaman wisatawan selama berada di Berau akan turut menentukan citra pariwisata daerah.

Karena itu, Pemkab Berau mendorong peningkatan standar pelayanan sekaligus memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) agar pengembangan pariwisata berjalan secara terpadu.

“Standar pelayanan itu pun kita harus naik kelas. Oleh karena itu, perkuat koordinasi. Proyek yang besar ini tidak bisa kita lakukan sendiri,” tegasnya.

Pengembangan pariwisata Berau juga diarahkan untuk memperluas pilihan destinasi. Pemkab tidak ingin citra wisata daerah hanya bertumpu pada wisata bahari seperti Derawan dan Maratua.

Potensi alam di kawasan pedalaman mulai didorong sebagai kekuatan baru yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kampung.

Sri Juniarsih menyebut seluruh wilayah Berau memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan.

Dari 100 kampung dan 10 kelurahan, masing-masing memiliki karakter serta keunggulan yang dapat dikemas menjadi daya tarik wisata.

“Potensi tersebut tersebar di wilayah kampung dan kelurahan yang ada di Berau,” katanya.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah karst Merabu dan Hutan Lindung Lesan.

Selain memiliki kekayaan ekologis, kawasan tersebut menyimpan nilai sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan dalam konsep ekowisata.

Potensi tersebut juga dapat diintegrasikan dengan Geopark Sangkulirang Mangkalihat, sehingga kekayaan alam, sejarah, budaya dan edukasi dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang lebih beragam.

Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Berau ingin menghadirkan wajah pariwisata yang tidak hanya menawarkan keindahan laut dan pulau, tetapi juga pengalaman menjelajahi alam serta kehidupan masyarakat di pedalaman.

Di tengah pengembangan destinasi, peningkatan kapasitas pelaku pariwisata menjadi perhatian penting.

Pemkab Berau mendorong kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pendamping wisata hingga pelaku usaha pariwisata mendapatkan pembekalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu yang dipersiapkan adalah peningkatan kemampuan komunikasi melalui pelatihan public speaking dan bahasa asing.

Menurut Sri, kemampuan tersebut diperlukan agar pelaku wisata mampu menjelaskan potensi daerah sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara.

“Ke depan harus ada pelatihan public speaking untuk Pokdarwis, para pendamping wisata atau pelatihan bahasa asing supaya tamu yang datang mudah dalam berkomunikasi,” pungkasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *