Biduk Biduk

Biduk-Biduk Perketat Pengawasan Dan Siagakan Posko Karhutla Setiap Kampung

18
×

Biduk-Biduk Perketat Pengawasan Dan Siagakan Posko Karhutla Setiap Kampung

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperketat pengawasan di setiap kampung serta menyiagakan posko penanganan karhutla sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar di ruang rapat Kantor Kecamatan Biduk-Biduk, Jalan Belimbing RT 02, Kampung Biduk-Biduk, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 10.40 Wita itu dihadiri unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah kampung, petugas pemadam kebakaran, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kapolsek Biduk-Biduk, Iptu Putut Pujianto, menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam menekan potensi terjadinya karhutla.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat terkait bahaya serta larangan membuka lahan dengan cara membakar perlu terus ditingkatkan.

“Pencegahan harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan pemerintah kampung, masyarakat peduli api, ketua RT, serta seluruh unsur terkait. Kesiapsiagaan harus diperkuat agar potensi karhutla dapat segera ditangani,” ujarnya.

Selain memberikan pemahaman mengenai dampak lingkungan dan kesehatan akibat karhutla, pihaknya juga menekankan pentingnya sosialisasi terkait konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan oleh individu maupun korporasi.

Sebagai langkah konkret, pengawasan di tingkat kampung akan diperkuat melalui pendirian posko-posko karhutla.

Keberadaan posko tersebut nantinya menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat siaga bagi relawan dan petugas dalam melakukan pemantauan maupun penanganan awal jika terjadi kebakaran.

Peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dan ketua RT juga akan dioptimalkan untuk membantu upaya pencegahan serta mempercepat respons apabila ditemukan titik api di wilayah masing-masing.

Dalam rapat tersebut, pemerintah kampung juga diminta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan karhutla, termasuk ketersediaan sumber air yang dapat digunakan saat proses pemadaman.

Selain itu, relawan beserta peralatan penanggulangan karhutla akan disiagakan di setiap posko kampung guna mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran dan mencegah api meluas ke area yang lebih besar.

Aspek kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian dalam koordinasi tersebut. Edukasi mengenai risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap karhutla akan terus digencarkan, seiring dengan upaya menjaga keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

Rapat koordinasi ini menjadi wujud komitmen bersama antara pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah kampung, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat dalam memperkuat sinergi pencegahan dan penanggulangan karhutla secara terpadu di wilayah Kecamatan Biduk-Biduk.

Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, seluruh pihak berharap potensi terjadinya karhutla dapat diminimalkan sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *