Tanjung Redeb

Kualitas Udara Berau Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada Kabut Asap

89
×

Kualitas Udara Berau Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada Kabut Asap

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Kualitas udara di Kabupaten Berau berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau pada 28–29 Agustus 2026.

Pemantauan dilakukan selama 24 jam oleh UPTD Labling Kabupaten Berau di halaman Kantor DLHK Berau, Kota Tanjung Redeb.

Hasil pengukuran menunjukkan sejumlah parameter pencemar udara berada pada level yang perlu mendapat perhatian.

Data menunjukkan TSP berada di angka 193, PM10 sebesar 153, dan PM2,5 mencapai 131. Sementara itu, kadar karbon monoksida (CO) tercatat 1,30.

Berdasarkan kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), nilai pada rentang 101–200 masuk kategori tidak sehat.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan penurunan kualitas udara tersebut dipengaruhi kabut asap yang masih terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

“Hasil pemantauan kualitas udara kita menunjukan status udara di Berau masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, kategori tidak sehat menunjukkan kualitas udara mulai memberikan dampak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila asap semakin pekat,” katanya.

DLHK Berau juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Penggunaan masker dinilai penting sebagai langkah perlindungan, terutama ketika konsentrasi asap dan partikulat meningkat.

Selain itu, DLHK Berau terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala untuk mengetahui perkembangan kondisi udara di wilayah tersebut.

Pemantauan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat terkait kondisi kualitas udara di Kabupaten Berau.

Masyarakat juga diimbau memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kesehatan selama kabut asap masih berlangsung (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *