Tanjung Redeb

Karhutla Kembali Terjadi Di Teluk Bayur, 35 Personel Gabungan Dikerahkan

23
×

Karhutla Kembali Terjadi Di Teluk Bayur, 35 Personel Gabungan Dikerahkan

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Kali ini, kebakaran melanda area perkebunan di Jalan Ahmad Yani Kilometer 12, Kampung Labanan Makmur.

Penanganan kebakaran dipimpin langsung Kapolsek Teluk Bayur AKP Budi Witikno, S.H., dengan melibatkan personel gabungan dari Polsek Teluk Bayur, Sat Samapta Polres Berau, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Hutan Sanggam Berau (HSB), MPA KPHP, serta masyarakat setempat.

“Begitu titik api ditemukan, personel gabungan langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Setelah api berhasil dikendalikan, kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan lokasi benar-benar aman,” ujar AKP Budi Witikno.

Kebakaran diperkirakan menghanguskan lahan seluas sekitar 0,4 hektare. Lokasi kejadian dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Pospol Labanan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Sebanyak 35 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Mereka terdiri atas delapan personel Polsek Teluk Bayur, lima personel BKO Sat Samapta Polres Berau, dua personel TNI, sembilan personel Disdamkarmat, satu personel Radcar, tiga personel HSB, satu personel MPA KPHP, serta enam warga.

Dalam proses pemadaman, petugas turut menggunakan satu unit kendaraan patroli Turjawali Sat Samapta Polres Berau dan satu unit truk pemadam kebakaran dari Pos Labanan.

Setelah titik api ditemukan, personel gabungan segera melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Petugas kemudian melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kapolsek Teluk Bayur juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Selain berpotensi menyebabkan kebakaran meluas, asap yang ditimbulkan karhutla dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

“Kami meminta masyarakat tidak menggunakan api untuk membuka lahan. Dalam kondisi cuaca panas dan lahan yang kering seperti saat ini, api sangat mudah menyebar,” tegasnya.

Kondisi cuaca yang belum diguyur hujan di wilayah Kecamatan Teluk Bayur turut meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

Daun dan ranting yang mengering menjadi material yang mudah terbakar sehingga api berpotensi cepat meluas.

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, petugas masih melakukan penelusuran lebih lanjut.

Sumber api belum dapat dipastikan dan masih didalami, termasuk kemungkinan berasal dari aktivitas masyarakat maupun unsur kesengajaan.

Polres Berau bersama seluruh unsur terkait memastikan kesiapsiagaan dan pemantauan di wilayah yang rawan karhutla terus ditingkatkan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap di kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *