
beraupedia.com – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) PBN Perisai Borneo Nusantara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 yang dirangkai dengan pelantikan kepengurusan baru dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) hingga Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC), Sabtu (12/9/2026) di Ballroom SM Tower.
Momentum tersebut menjadi bagian dari langkah organisasi melakukan penataan sekaligus penyegaran struktur kepengurusan secara menyeluruh.
Penataan ini diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan soliditas antarkader, serta memastikan organisasi mampu merespons berbagai dinamika di tingkat daerah maupun nasional.
Proses pembentukan kepengurusan baru dilakukan melalui mekanisme organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBN Perisai Borneo Nusantara.
Dengan struktur baru tersebut, organisasi menargetkan roda kepengurusan berjalan lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan kader maupun masyarakat.
Ketua DPP PBN Perisai Borneo Nusantara, Surianto, mengatakan kepengurusan baru harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan memperbesar kontribusi organisasi bagi masyarakat.
“Dengan ditetapkannya susunan kepengurusan terbaru Ormas PBN, kami berharap organisasi semakin solid, mampu memperkuat tali persaudaraan, memberikan kontribusi bagi masyarakat, serta mendukung pembangunan pemerintah daerah,” ujar Surianto.
Ia menegaskan, prinsip kolektif-kolegial menjadi salah satu landasan dalam menjalankan kepengurusan. Setiap pengurus diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara bersama-sama dengan mengedepankan kepentingan organisasi dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Surianto juga mengajak seluruh kader dan masyarakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ia mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama di tengah maraknya hoaks dan informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, soliditas organisasi tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui kedewasaan kader dalam menyikapi perkembangan informasi.
Kepengurusan baru juga diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada kader dan masyarakat serta menjaga konsistensi perjuangan organisasi selama masa bakti.
Surianto menegaskan, PBN Perisai Borneo Nusantara akan terus berupaya membangun organisasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan, kebersamaan, persaudaraan, dan pengabdian.
Salah satu perhatian dalam penyusunan kepengurusan terbaru adalah keterlibatan kader muda, termasuk generasi Z.
Menurut Surianto, pelibatan generasi muda menjadi langkah strategis untuk memastikan regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi terus berjalan.
Kader-kader muda ditempatkan pada sejumlah posisi strategis dengan harapan dapat menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas, pengalaman, semangat pengabdian, sekaligus kedekatan dengan masyarakat.
“Ini merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kami berharap seluruh pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh komitmen, menjaga nama baik organisasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-3 dan pelantikan pengurus tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Berau, jajaran DPRD Kabupaten Berau dan DPRD Provinsi Kalimantan Timur, tokoh masyarakat, serta tokoh adat dari Berau dan daerah lainnya.

Hadir pula H. Syarifatul Syadiah dan Budianto Bulang. Kapolres Berau diwakili Kapolsek Amin Maulani, sementara unsur TNI diwakili jajaran Kodim.
Kehadiran Sultan Gunung Tabur dan Sultan Sambaliung turut memberikan nuansa tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Panglima Kijang juga hadir memenuhi undangan sebagai bentuk dukungan terhadap keberadaan dan aktivitas organisasi.
Acara semakin semarak dengan penampilan kesenian tradisional, termasuk tarian khas Dayak dan kesenian tradisional asli Berau.
Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para undangan, tetapi sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya daerah (bp).













