Tanjung Redeb

Berau Coal Cetak Petani Pemandu, Perkuat Pengembangan Kakao Berbasis Agroforestri

17
×

Berau Coal Cetak Petani Pemandu, Perkuat Pengembangan Kakao Berbasis Agroforestri

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Pengembangan kakao di Kabupaten Berau terus diperkuat. PT Berau Coal melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) kembali mendorong peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan Training of Trainers (ToT).

Pelatihan bertajuk Peningkatan Produksi Kakao: Praktik Terbaik Sistem Diversifikasi Kakao Agroforestri tersebut diikuti 40 petani dampingan terpilih dari sejumlah kampung di Kabupaten Berau.

Mereka berasal dari Kampung Gurimbang, Maluang, Merasa, Pegat Bukur, Rantau Panjang, Sambaliung, Suaran, Sungai Enau, Tumbit Dayak, Inaran, Batu-Batu, Limunjan, Birang, Pilanjau, Sambarata, Nyapa Indah, hingga Gunung Tabur.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Sahabat Cipta itu berlangsung selama tiga hari, 5–7 September 2026.

Hari pertama diisi materi mengenai diversifikasi kakao berbasis agroforestri yang digelar di Rumah Kemas Batiwakkal.

Selanjutnya, peserta mengikuti praktik lapangan di Rumah Kebun Kakao PT Berau Coal di Kampung Birang pada hari kedua.

Masih di lokasi yang sama, hari terakhir difokuskan pada pelatihan komunikasi sekaligus pembekalan peserta untuk menjalankan peran sebagai petani pemandu.

Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendampingan yang telah dilakukan perusahaan terhadap petani kakao di Berau.

“Sepanjang 2024 hingga saat ini, kami telah melakukan pendampingan kepada sekitar 1.500 petani dengan luasan kebun kakao yang kita dampingi mencapai 850 hektare. Dari para petani tersebut, 40 orang terbaik kami pilih sebagai tahap awal untuk menjadi petani pemandu,” ujarnya.

Menurut Reza, keberadaan petani pemandu diharapkan dapat memperkuat proses transfer pengetahuan dan keterampilan kepada petani lainnya di tingkat kampung.

Training of Trainers ini dilakukan untuk menciptakan petani pemandu yang terlatih dan dapat membantu petani lainnya di masing-masing kampung,” jelasnya.

Para petani pemandu tersebut juga diharapkan mampu menjadi penghubung antara petani binaan dengan tim fasilitator lapangan YDBBC.

Dengan pola tersebut, pengembangan kakao tidak hanya bertumpu pada pendampingan dari perusahaan, tetapi juga mendorong munculnya petani lokal yang memiliki kapasitas untuk berbagi pengetahuan dan mendampingi petani lainnya secara berkelanjutan.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PT Berau Coal dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan sektor pertanian kakao di Kabupaten Berau (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *