Tanjung Redeb

Dishub Berau Dukung Konektivitas Hingga Brunei, Tapi Akses Darat Ke Kaltim Jadi Prioritas

16
×

Dishub Berau Dukung Konektivitas Hingga Brunei, Tapi Akses Darat Ke Kaltim Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Rencana pengembangan konektivitas transportasi yang membuka akses Kabupaten Berau ke sejumlah daerah hingga mancanegara mendapat sambutan positif dari Dinas Perhubungan (Dishub) Berau.

Namun, di tengah wacana konektivitas antardaerah hingga kemungkinan akses menuju Brunei Darussalam, Dishub Berau justru menyoroti kebutuhan yang dinilai lebih mendesak, yakni penguatan konektivitas darat Berau menuju wilayah selatan Kalimantan Timur.

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hepni, mengatakan pihaknya belum menerima informasi terbaru terkait rencana konektivitas lintas wilayah tersebut.

Meski demikian, Pemkab Berau dipastikan siap mendukung apabila program tersebut nantinya menjadi kebijakan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Kalau yang kita tahu, dari zaman sebelumnya sudah pernah ada. Kita belum ada informasi terbaru,” ujar Rusnan, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, pembukaan jalur transportasi baru akan memberikan dampak besar bagi masyarakat. Selain memangkas waktu perjalanan, konektivitas yang lebih baik juga akan memperlancar pergerakan orang dan distribusi barang.

Namun, Rusnan menjelaskan kewenangan Dishub Berau saat ini masih berfokus pada sektor transportasi di dalam wilayah kabupaten.

Sementara konektivitas antarkabupaten maupun antarprovinsi lebih banyak menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Kalau antarprovinsi dan kabupaten mungkin lebih condong dari teman-teman provinsi yang punya tanggung jawab itu. Kalau kita, tugas dan fungsinya masih di daerah kabupaten,” jelasnya.

Meski berada di luar kewenangan langsung pemerintah kabupaten, Rusnan memastikan Berau akan memberikan dukungan terhadap setiap upaya yang mampu memperluas akses transportasi daerah.

“Kalau upaya itu dibuka dari provinsi dan kabupaten punya, alhamdulillah. Kita berharap bisa ada,” katanya.

Rusnan bahkan menyambut positif wacana konektivitas yang berpotensi menjangkau Brunei Darussalam.

Jika terealisasi, menurutnya, akses tersebut dapat memberikan peluang baru bagi Berau untuk terhubung dengan jaringan mobilitas regional sekaligus membuka potensi pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

“Kita sangat mendukung kalau ada itu. Apalagi ada informasi sampai ke Brunei Darussalam,” ujarnya.

Kendati demikian, Dishub Berau menilai konektivitas internasional bukan satu-satunya kebutuhan yang harus diperhatikan.

Akses darat menuju pusat-pusat ekonomi di Kalimantan Timur justru menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak.

Rusnan berharap pengembangan jaringan jalan tol dari Balikpapan-Samarinda yang mulai diarahkan menuju Bontang nantinya dapat terus diperluas hingga kawasan yang lebih dekat dengan Berau.

Menurutnya, konektivitas tersebut akan menjadi terobosan dalam memangkas waktu tempuh perjalanan darat Berau menuju Samarinda yang saat ini masih membutuhkan waktu belasan jam.

“Kita lebih berharap lagi ada jalan tol antara kita dengan kota timur. Karena kita perlu bagaimana akses kita selama ini,” tuturnya.

Dengan demikian, bagi Pemkab Berau, pembangunan konektivitas tidak hanya berbicara mengenai membuka jalur baru hingga luar negeri.

Memperpendek jarak Berau dengan pusat ekonomi Kalimantan Timur juga menjadi pekerjaan penting untuk mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *