Tanjung Redeb

HUT Ke-18 Arema Berau, Seruan Syarifatul: Rangkul Yang Muda, Hormati Yang Sepuh

168
×

HUT Ke-18 Arema Berau, Seruan Syarifatul: Rangkul Yang Muda, Hormati Yang Sepuh

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Genap berusia 18 tahun, Paguyuban Arema Berau menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kekompakan, mempererat persaudaraan dan memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Berau.

Pesan tersebut mengemuka dalam perayaan HUT ke-18 Arema Berau yang digelar di Ballroom Hotel Cantika, Jalan Pulau Panjang, Kabupaten Berau, Minggu (6/9/2026).

Bukan sekadar seremoni ulang tahun, kegiatan ini menjadi ajang berkumpulnya berbagai paguyuban yang tergabung dalam Ikapakarti. Nuansa persaudaraan dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara.

Sejumlah paguyuban hadir dalam perayaan tersebut, di antaranya Ikayo Berau, Persela, Ikawangi, Maharani Lamongan, IKMB, AE Madiun Raya, PASS Surabaya, Sriwedari, Sarujuk, Joglo, Paguyuban Blitar, PKJ, Sukowati, Komunitas Magikom Sakti hingga Singo Budoyo.

Sejumlah tokoh dan pejabat daerah juga turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua DPD Ikapakarti Berau Dr. Hj. Syarifatul Sya’diah, M.Si, Staf Ahli Bidang Kesra Pemkab Berau Drs. Suwarji, Kepala Kesbangpol Berau Salim, Kapolsek Tanjung Redeb AKB Amin Maulani, SH, MH serta para sesepuh yaitu H. Sutarwoko, Drs. H. Iswahyudi dan H. Hadi Mustafa, SH, M.Si.

Dalam sambutan Bupati Berau yang disampaikan Staf Ahli Bidang Kesra Pemkab Berau, Suwarji, pemerintah daerah menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-18 Arema Berau.

Suwarji berharap bertambahnya usia Arema Berau semakin memperkuat soliditas dan kekompakan keluarga besar paguyuban.

Ia juga berharap Arema Berau mampu terus memberikan kontribusi positif bagi daerah.

“Keberadaan paguyuban, tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan berdasarkan daerah asal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial dalam mendukung pembangunan dan menjaga keharmonisan masyarakat Berau” tegas Suwarji. 

Semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian sosial diharapkan terus dipertahankan.

Sementara itu, Ketua DPD Ikapakarti Berau Hj. Syarifatul Sya’diah menyampaikan ucapan selamat atas milad ke-18 Arema Berau.

Ia menilai momentum ulang tahun menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat hubungan antarpaguyuban yang selama ini telah terjalin.

Syarifatul mengajak seluruh paguyuban yang tergabung dalam Ikapakarti untuk tetap kompak dan bersatu.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan organisasi dengan merangkul generasi muda sekaligus menghormati para sesepuh.

“Yang muda kita rangkul, yang sepuh kita hormati,” menjadi pesan yang disampaikan Syarifatul kepada keluarga besar paguyuban.

Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang untuk terlibat dan melanjutkan estafet kebersamaan, sementara para sesepuh tetap menjadi sumber keteladanan dan pengalaman.

Di tengah suasana perayaan, Syarifatul juga mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat Berau yang tengah menghadapi musibah.

Ia mengajak seluruh keluarga besar Ikapakarti untuk terus mendoakan masyarakat yang terdampak sekaligus membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Baginya, semangat persaudaraan tidak berhenti pada acara perayaan, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap sesama.

Ketua Ikayo Berau H. Wagiyo juga memberikan ucapan selamat kepada keluarga besar Arema Berau.

“Selamat dan sukses atas ulang tahun keluarga besar Arema Berau yang ke-18. Semoga semakin kompak, semakin solid dan terus mempererat silaturahmi. Salam satu jiwa!” ujar H. Wagiyo.

Rangkaian acara sendiri diawali dengan persembahan Tari Babada, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Arema secara bersama-sama.

Suasana semakin hangat ketika para pengurus, anggota paguyuban, tokoh masyarakat dan tamu undangan berbaur dalam satu suasana kekeluargaan.

Perayaan HUT ke-18 Arema Berau menjadi gambaran bagaimana keberadaan paguyuban dapat menjadi jembatan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Berau.

Paguyuban bukan hanya menjadi tempat mempertahankan budaya dan identitas daerah asal, tetapi juga menjadi ruang membangun solidaritas, kepedulian dan kebersamaan.

Dengan dukungan berbagai paguyuban yang tergabung dalam Ikapakarti, semangat tersebut diharapkan terus tumbuh.

18 tahun Arema Berau bukan sekadar soal bertambahnya usia. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kekompakan, merangkul generasi muda, menghormati para sesepuh dan bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Berau. Salam Satu Jiwa! (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *