
beraupedia.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perhatian Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau.
Kedua persoalan tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan kelancaran operasional dan keberlangsungan pelayanan air minum kepada masyarakat.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau, Saipul Rahman, mengatakan kondisi karhutla perlu menjadi perhatian bersama.
Sebab, lingkungan dan ketersediaan sumber daya air memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan pelayanan air minum.
Saat ini, Perumda Batiwakkal melayani sekitar 43.530 sambungan pelanggan di Kabupaten Berau.
Menurut Saipul, pihaknya terus berupaya menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan sekaligus mengantisipasi berbagai kondisi yang berpotensi mengganggu operasional perusahaan.
Karhutla, kata dia, tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi sumber air dan lingkungan di sekitarnya.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi perhatian kita bersama karena dapat memberikan dampak terhadap kondisi sumber air dan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah terjadinya kebakaran lahan, dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ujar Saipul.
Selain karhutla, ketersediaan BBM juga menjadi salah satu perhatian Perumda Batiwakkal. BBM memiliki peran penting dalam menunjang berbagai kegiatan operasional perusahaan.
Mulai dari mobilisasi petugas dan kendaraan pelayanan, pemeliharaan jaringan hingga aktivitas teknis di lapangan membutuhkan dukungan ketersediaan BBM.
“Untuk pelayanan air minum, operasional di lapangan harus tetap berjalan. Karena itu, kondisi ketersediaan BBM tentu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Kami berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi dan distribusi BBM kembali normal sehingga aktivitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” kata Saipul.
Meski menghadapi sejumlah potensi tantangan, Perumda Batiwakkal memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas. Pengelolaan operasional terus dilakukan secara efektif agar pelayanan air minum dapat berjalan secara optimal.
Perusahaan juga menyediakan kanal informasi dan pengaduan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkait gangguan pelayanan, menyampaikan keluhan maupun mengakses berbagai layanan pelanggan.
Di tengah kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian, Saipul juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak.
Menurutnya, penghematan air penting dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya air.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau, khususnya pelanggan Perumda Batiwakkal, agar menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan. Jangan membuang-buang air. Pastikan keran tertutup dengan baik dan segera laporkan apabila menemukan kebocoran pada jaringan atau sambungan air,” katanya.
Kepedulian masyarakat, lanjut Saipul, turut membantu perusahaan meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mengurangi potensi kehilangan air.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko penyebaran api.
“Mari kita menjaga lingkungan dan sumber air bersama-sama. Jangan membakar lahan sembarangan, hemat penggunaan air, dan segera sampaikan kepada pihak terkait apabila menemukan kebocoran atau gangguan pelayanan. Dengan kolaborasi masyarakat dan pemerintah, pelayanan air minum dapat terus berjalan dengan baik,” pungkas Saipul (bp).













