Tanjung Redeb

Empat Objek Wisata Di Berau Ditutup Imbas Status Tanggap Darurat Karhutla

22
×

Empat Objek Wisata Di Berau Ditutup Imbas Status Tanggap Darurat Karhutla

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Pemerintah Kabupaten Berau menutup sejumlah objek wisata menyusul masih tingginya aktivitas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan wisatawan di tengah status tanggap darurat yang masih diberlakukan di Kabupaten Berau.

Setelah sebelumnya menutup Puncak Ketepu dan Danau Nyadeng, Pemkab Berau kembali menutup dua destinasi wisata lainnya, yakni Air Terjun Tembalang dan Bukit Mincau.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan kedua destinasi tersebut resmi ditutup sejak 31 Agustus 2026.

“Air Terjun Tembalang dan Bukit Mincau ditutup sejak 31 Agustus 2026 lalu. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keselamatan dan kesehatan wisatawan di tengah kondisi kedaruratan yang masih berlangsung,” ujar Yudha.

Yudha menjelaskan, penutupan objek wisata tersebut tidak ditetapkan untuk jangka waktu tertentu. Disbudpar Berau akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setiap pekan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kedaruratan.

Menurutnya, apabila kondisi mulai membaik dan situasi kembali normal, objek wisata yang ditutup dapat kembali dibuka.

“Kita pantau per minggu karena kondisi kedaruratan ini juga dipantau per minggu. Jika minggu ini situasi membaik, tentu akan bisa mulai dibuka jika semuanya perlahan kembali normal,” jelasnya.

Tak hanya empat destinasi tersebut, Disbudpar Berau juga membuka kemungkinan melakukan penutupan sementara terhadap objek wisata lainnya apabila kondisi di lapangan dinilai berpotensi membahayakan pengunjung.

Kawasan pesisir juga tidak menutup kemungkinan masuk dalam evaluasi tersebut.

Disbudpar saat ini terus berkoordinasi dengan para pengelola destinasi wisata untuk memperoleh informasi terbaru terkait kondisi masing-masing lokasi.

“Kami akan koordinasikan dengan teman-teman pengelola untuk menyampaikan kondisi terkini di destinasinya masing-masing. Jika memang perlu penyelamatan, kita berikan imbauan untuk ditutup sementara,” pungkas Yudha.

Penutupan sementara ini menjadi langkah preventif pemerintah untuk mengutamakan keselamatan wisatawan sekaligus mengantisipasi dampak kondisi kemarau dan Karhutla yang masih berlangsung di Kabupaten Berau (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *