Tanjung Redeb

Dispusip Berau Dorong Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi, Empat Kampus Belum Tersertifikasi

4
×

Dispusip Berau Dorong Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi, Empat Kampus Belum Tersertifikasi

Sebarkan artikel ini


BERAUPEDIA.COM – Seluruh perpustakaan perguruan tinggi di Kabupaten Berau hingga kini belum mengantongi akreditasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau yang terus mendorong peningkatan jumlah perpustakaan terakreditasi melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Batch II yang digelar pada 30 Juli 2026.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dispusip Berau, Nurseha, mengungkapkan saat ini terdapat empat perpustakaan perguruan tinggi di Kabupaten Berau yang belum mengikuti proses akreditasi. Keempatnya terdiri atas satu universitas dan tiga perguruan tinggi.

“Memang kami menyadari, khusus untuk perpustakaan perguruan tinggi di Kabupaten Berau belum ada yang terakreditasi. Ada empat perguruan tinggi yang perpustakaannya belum mengikuti akreditasi,” ujarnya.

Menurut Nurseha, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dispusip Berau menggelar kegiatan sosialisasi dan advokasi yang diikuti pengelola berbagai jenis perpustakaan yang belum pernah mengikuti akreditasi. Peserta berasal dari perpustakaan SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, perpustakaan khusus, hingga perpustakaan kecamatan dan kelurahan.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pembekalan mengenai Standar Nasional Perpustakaan, tata cara pengisian instrumen akreditasi, hingga mekanisme pengajuan akreditasi. Dispusip Berau juga menghadirkan asesor dari Perpustakaan Nasional untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada para peserta.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan pemahaman kepada seluruh pengelola perpustakaan sehingga mereka siap mengajukan akreditasi dan mampu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di instansi masing-masing,” tuturnya.

Ia menjelaskan, akreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan mutu pengelolaan perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan. Dengan semakin banyak perpustakaan yang memenuhi standar tersebut, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin meningkat.

Nurseha menambahkan, Kabupaten Berau selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan capaian akreditasi perpustakaan terbaik di Kalimantan Timur. Pada tahun-tahun sebelumnya, Berau bahkan tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah perpustakaan terakreditasi terbanyak, baik pada kategori perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, maupun perpustakaan khusus.

“Kami ingin capaian itu terus meningkat, termasuk mendorong perpustakaan perguruan tinggi agar segera mengikuti akreditasi sehingga seluruh jenis perpustakaan di Kabupaten Berau memiliki standar layanan yang semakin baik,” ungkapnya.

Kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026 didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dari Perpustakaan Nasional. Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola perpustakaan, dukungan pemerintah pusat tersebut juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola perpustakaan sekaligus meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Berau.

Nurseha optimistis, melalui pendampingan yang berkelanjutan, jumlah perpustakaan yang mengajukan dan memperoleh akreditasi pada tahun 2026 akan terus bertambah, termasuk perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi yang selama ini belum tersertifikasi.

“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, saya yakin jumlah perpustakaan yang mengajukan dan memperoleh akreditasi pada 2026 akan terus bertambah, termasuk dari lingkungan perguruan tinggi yang selama ini belum tersertifikasi,” pungkasnya (bp). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *